Jumat, 22 April 2016

Review Midnight Show : "Teror Berdarah di Bioskop Tua"

Saya termasuk pecinta film yang tidak dapat menikmati film slasher. Sebagai penggemar horror dan thriller, saya masih apatis terhadap adegan berdarah darah seperti yang umum diusung pada genre ini. Karena terus terang saya merasa mual melihatnya. Terlebih biasanya film jenis ini premisnya mudah ditebak.
Menonton film "Midnight Show" ini bisa dibilang suatu "kesalahan" yang membuka wawasan saya tentang film film bertema thriller slasher. Karena diluar dugaan saya, film ini jauh diatas ekspektasi yang saya harapkan. Baik cerita, aktor serta scoring musiknya sangat memuaskan. Dan adegan berdarah-darahnya tidak terlalu hardcore, mungkin juga ini faktor sensor film yang ketat.
***
Cerita diawali dengan pembunuhan sadis yang menimpa sebuah keluarga. Lebih tragis lagi, pelakunya adalah seorang bocah bernama Bagas, anak korban sendiri. Opening ini sudah membuat merinding (sekaligus tidak nyaman :D). Apalagi ekspresi Bagas ketika berbicara (entah ke siapa) terlihat sangat menakutkan bagi saya.
Cerita berlanjut ke sebuah bioskop kecil nyaris bangkrut yang akan menayangkan premier film baru. Film berjudul "Bocah" ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada keluarga Bagas 12 tahun silam.Bioskop ini menayangkan film "Bocah" pada jam tengah malam.Sayangnya penonton yang datang hanya sedikit. Mereka adalah Seno (Arthur Tobing) yang membeli dua tiket-padahal datang sendiri- , Ikhsan (Boy Harsya) dan sarah (Ratu Felisha), Guntur (Ade Firman Hakim) yang sempat menggoda Sarah saat iksan ke toilet, serta laki laki misterius memakai hoodie (Ganindra Bimo).
Keempat penonton itu dilayani juga oleh Naya (Acha Septriasa),petugas loket yang hari itu menggantikan shift temannya beserta Juna (Gandhi Fernando) dan Allan (Daniel Topan).
Teror di film berubah jadi nyata ketika Sarah melihat lelaki misterius mencoba membunuh Seno. Teriakan Sarah membuat pembunuh murka dan membantai penghuni bioskop satu persatu.
***
Perasaan mencekam disaat menyaksikan Midnight Show bukan karfena adegan berdarah darahnya. Tapi pada suasana yang sengaja dibikin menakutkan. Akting dari para pemainnya juga patut diapresiasi. Acha Septriasa berhasil mengirimkan kengeriang yang dialami Naya ke penonton. Acha merupakan heroine yang paling menarik simpati dalam film ini. Chemistrynya dengan Gandhi Fernandho juga menjadi poin tersendiri. Pemain-pemain lainnya juga turut menghidupkan film ini, tapi yang paling berkesan menurut saya adalah penampilan dari Ganindra Bimo yang menjadi pembunuh misterius.
Melalui kilasan flashback kita dibawa menyelami alam pemikiran sang pembunuh. Tentang motif penjagalan ini, tentang hubungannya dengan film bocah, tentang siapa orang dibelakang sipembunuh. Semuanya ditampilkan berirama sehingga tak terkesan terburu buru.Plot twistnya juga jauh diluar dugaan saya. Saya beri rating 8/10 untuk film ini. Dan berkat film ini mungkin saya akan mencoba menonton film-film sejenis seperti Rumah Dara yang sangat terkenal itu :D

trailer: 



Sumber gambar : My Dirt Sheet