Jumat, 18 April 2014

Obat TB Gratis

waktu itu gue baru berumur delapan tahun. Masih kelas tiga SD. Udah tiga hari gue gak masuk sekolah karna sakit. Udah biasa sebenarnya, karna dari awal gue emang lemah banget. Jadi sering banget sakit-sakitan. Dan biasanya juga gue langsung sembuh dengan obat tradisional yang diracik nenek.
Tapi kali ini beda, demam yang gue derita disertai dengan batuk berdahak dengan yang intens. Kali ini obat-obatan tradisional bikinan nenek gak mempan. Bahkan obat batuk yang dibeli di warung gak ngaruh apa-apa.
Sampai akhirnya ayah mutusin buat bawa gue ke puskesmas. Gue gak sengaja dengar bisik-bisik mereka waktu nungguin gue.
"Ayah curiga Rovan kena TBC bu, batuk berdahaknya gak sembuh-sembuh. Ditambah lagi dia sering ngeluh sesak nafas kan? ", Batuknya emang udah gue derita sejak dua minggu yang lalu, cuma tiga hari ini tambah parah.
"Mudah-mudahan nggak yah. Karena TBC besar biayanya. Obatnya harus diminum terus menerus", ibu terisak.
Gue yang saat itu sedang berusaha memejamkan mata bergidik ngeri juga ngertinya. Gue kena TBC? Yang gue tahu sebagai anak kelas tiga SD, TB adalah penyakit menular yang susah sembuhnya. Dan tentu aja mahal pengobatannya. Belum lagi nanti ngebayangin teman-teman yang bakal ngejauhin gue kalau tahu gue kena TBC.
***
Pengalaman gue diatas terjadi tahun 1997 silam. Saat itu Tuberkulosis masih disebut TBC, bukan TB. Yang pasti gue yakin itulah yang jadi pemahaman sebagian besar orang saat itu. Bahwa memang biaya obat untuk TB mahal banget. Gue juga baru tahu kalau ternyata pemerintah menyediakan OAT (obat anti TB) gratis pada tiap puskesmas dan instalasi pelayanan kesehatan lainnya. Dan itu tersistem dengan standar yang tinggi. Mulai dari proses produksi, pendistribusian dan pengawasan mutunya.
Pada dasarnya TB sulit disembuhkan, namun dengan perawatan yang benar dan mengkonsumsi OAT sesuai dosis penderita TB bisa sembuh total.
Jadi kalau ngerasa menemukan gejala-gejala TB langsung cus ke unit pelayanan kesehatan terdekat.

Udah tahu dong gejala TB itu apa aja. Yup, diantaranya batuk berdahak sampai dua minggu (kadang disetai darah), berat badan menurun, demam dan terasa sakit di dada. Itu tanda-tandanya. Kalau gejala tersebut muncul, jangan ditunda-tunda. Langsung periksakan diri, karna ini menyangkut kesehatan bro. Kalau emang ntar positif, kan obatnya gratis. Yang penting tekun dan disiplin mengkonsumsi obat sampai sembuh total. Karna kalau nggak rutin bisa bikin virusnya kebal. Jadi makin susah sembuhnya ntar -__-
Biasanya OAT berbentuk kapsul/butiran yang mengandung rifamphisin, isoniasid(INH),dan ethambutol. Untuk pasien tertentu kadang ditambahkan vitamin.Jangka waktunya enam bulan aja, Dua bulan pertama harus mengkonsumsi empat butir OAT tiap hari. Empat bulan berikutnya cukup tiga kali seminggu.

Ok, jangan berputus asa ya. Karna seperti hadist nabi Setiap penyakit ada obatnya. Dan khusus yang ini obatnya gratis. :D
eh, BTW ternyata waktu itu gak kena TBC. ALhamdulillah.... ^_^. Hanya Flu dan batuk biasa. Dasar aja fisiknya gue yang lemah jadi kayak gitu.
Source :
http://www.tbindonesia.or.id/2012/03/22/obat/
http://suara-jelata.blogspot.com/2013/01/obat-tbc-gratis-program-pemerintah.html
http://iefha-myispiration.blogspot.com/2012/11/edisi-belajar-tuberkulosis.html (gambar)
http://jeng-elnot.blogspot.com/ (gambar)