Senin, 23 Desember 2013

integritas...

Saat itu hari-hari terakhir menjelang saya naik jabatan. Meski belum secara resmi diumumkan, namun saya secara khusus telah mempelajari apa-apa saja rutinitas yang akan saya lakukan pada posisi baru saya nantinya. Dan atasan-atasan saya termasuk manejer operasional yang lama dengan suka rela mengajarkan saya untuk terbiasa dengan hal itu.
Hari itu, saya bersama seorang teman yang akan ditempatkan di cabang bersama seorang direktur pergi mengunjungi salah satu outlet kami di luar kota. Hal ini masih dalam rangka penyesuaian dan pembelajaran juga tentunya. Kami banyak melakukan diskusi ringan dan sharing sepanjang perjalanan. sampai akhirnya kami sampai di sebuah persimpangan lampu merah.
Saat itu kendaraan yang lewat sepi sekali dan kami bisa saja menerobos traffict light tersebut tanpa mengganggu siapa-siapa. Tapi toh pak direktur tetap berhenti, meski tak ada mobil lain di belakang ataupun di depan. Mobil tetap berhenti sampai lampu hijau menyala kembali.
Saat itulah atasan saya tersebut berkata,
"kalau kita terobos saja sebenarnya tidak masalah. Tidak akan ada yang dirugikan",
Kami hanya diam menunggu apa yang akan disampaikan selanjutnya.
"Itu yang namanya integritas, bagaimana kita tetap melakukan apapun sesuai dengan prosedurnya meskipun situasi yang ada mendukung kita untuk melakukan hal sebaliknya"
"Semua orang bisa berhasil bila bersungguh-sungguh berusaha. Tapi sebuah kesuksesan dimulai dengan hal ini, integritas. Sebagai pemimpin kalian harus punya ini",
Selanjutnya perjalanan kami lebih banyak diam-nya. Masing-masing dari kami banyak merenung. Dan saya, tetap menanam sampai ke alam bawah sadar saya dua kata itu. "Sukses" an "Integritas"