Sabtu, 09 Maret 2013

Kuis Seven Days by. Rhein Fathia : Letter to my sister

Hai dik, Andai kakak punya tujuh hari saja. Kakak akan pakai untuk menebus waktu-waktu yang telah merenggangkan jarak diantara kita. KAkak ingin tujuh hari saja untuk menebus mimpi-mimpi kecil kita.
Kau ingat dik, saat itu musim panas yang tidak terlalu terik. HAri yang cerah ntuk bermain-main di luar rumah keliling kampung dengan sepeda. Tentu saja bagi yang punya sepeda, kau tahu itu dik. Jadi kita hanya terpaku di pangkal jalan setapak menyaksikan lagu-lagu gembira dari tema-teman kita sambil menuntun sepedanya. Tidak seperti biasanya, saat itu kau tidak menangis, tapi justru tengadah mengucap satu tanya padaku, "Kalau kita terus lurus mengikuti jalan itu tanpa berhenti dan akan sampai dimana kak"
Aku menjawab tak yakin, "mungkin bisa sampai ke bukit tinggi atau ke Padang atau mungkin sampai ke pekan baru dik", Mendadak sinar matamu membara, penuh dengan antusiasme,
"Kak, nanti kita akan ikuti jalan itu yah, lalu sampai di bukit tinggi, lalu terus lagi...Janji yah" Itu mimpi-mimpi kecil kita dik, dan janji yang telah terhutang itu terus kuingat sampai kini. Ya, aku tak hendak melupakannya. Tidak sekalipun, sampai gagasan itu muncul saja. Seandainya aku punya tujuh hari saja, akan kupakai untuk melunasi janji itu. Haha, tentu saja tidak dengan sepeda dik. Tentu kakamu ini tak akan tega menyaksikanmu bersusah payah mengayuh sepeda dalam napak tilas ini. Mungkin Abang akan menyewa jeep, lalu kita bawa perbekalan. Aturannya, tujuh hari mengikuti jalan itu. Setuju... Tulisan ini diikutsertakan dalam kuis seven days oleh Rhein Fathhia, info lengkap di http://www.rheinfathia.com Akan segerat terbit, novel terbaru dari Rhein Fathia berjudul "Seven Days" yang jadi juara pertama Lomba Novel Romance Qanita by. Penerbit Mizan.