Minggu, 24 Juli 2011

Sujud Rindu

Desah butir-butirnya
menyenandungkan harmoni cinta
yang membangkitkan rindu-rindu
menasbihkan percaya pada hakikat
rindu memang tak pernah abadi
semuanya terbayar ketika diri terbenam dalam lautan cintanya
saat, dimana luka dan cita tiada pemisah
saat, seulas senyum menyungging disudut hati
saat, diri menghadaNya
tenggelam dalam sujud panjang

Senin, 11 Juli 2011

Soraya Qadir (Dust) : Jagoan Muslim Bercadar Anggota New X-Men

Sooraya Qadir adalah seorang gadis remaja penganut Muslim aliran Sunni yang memiliki kekuatan mutan untuk mengubah dirinya menjadi substansi seperti pasir. Lahir di Afghanistan, Sooraya diculik oleh kelompok perdagangan budak dan dipisahkan dari ibunya. Ketika salah satu penculiknya mencoba untuk membuka pakaian niqabnya, secara naluriah kekuatannya muncul dan membuatnya dia berubah menjadi debu, walaupun akhirnya pingsan. Dia kemudian ditemukan dan diselamatkan oleh Wolverine dan Fantomex. Wolverine membawanya ke basis X-Corps di India. Sooraya menyembunyikan dirinya dari X-Men dengan merubah dirinya menjadi pasir dan menyebarkan dirinya dalam bentuk pasir di sekitar kompleks markas. Namun Phoenix (Jean Grey) bisa merasakan kehadiran Sooraya dengan telepatinya dan segera meyakinkan Sooraya untuk menunjukkan wujud aslinya kesemua anggota X Men yang hadir. Perubahan wujud Sooraya terjadi setelah ia mengucapkan kata: Turaab (bahasa Arab untuk “debu / pasir”).
Dust (Sooraya) dapat mengubah dirinya menjadi pecahan partikel awan silikon seperti pasir dan mampu mengendalikan bentuk pasirnya. Dia bisa mengembalikan tubuhnya normalnya kembali kapan pun dia mau. Bentuk badai pasirnya ini melindunginya dari segala macam cedera. Bahkan saat dia berbentuk pasir, dirinya sulit terlacak oleh telepati.
Namun, Dust juga memiliki kelemahan. Para mutant dengan kemampuan telekinetis dapat mengontrol partikel pasirnya. Ia juga memiliki kelemahan utama dengan air. Bentuk pasirnya dapat dihentikan bila disiram dengan air beberapa kali dalam pertempuran. Dia juga bisa dikalahkan dengan memanipulasi udara (seperti saat Dust melawan Wind Dancer). Bentuk pasirnya juga rentan terhadap panas ekstrim, menyebabkan ia mengkristal ke dalam pecahan kaca yang dapat melumpuhkannya.
ia memilih untuk mengenakan jilbab muslim dengan mengenakan pakaian tradisional. Sooraya menjelaskan kepada ibunya bahwa dia selalu menggunakan jilbab karena itu menujukkan kesederhanaan dan menjaganya dari laki-laki. Ibunya senang bahwa ia telah tinggal di suatu tempat di mana dia mampu membuat pilihan, tidak seperti di Afghanistan. Berikut cuplikan percakapan Soraya dengan Ibunya mengenai burqa :
Sooraya's mother: I see you still wear it. 
Dust (Sooraya Qadir): Pardon? 
Sooraya's mother: Your burqa. Do you wear it in America? 
Dust (Sooraya Qadir): I never wore it because of the Taliban, Mother. I like the modesty and protection it affords me from the eyes of men. 
Sooraya's mother: It is good that you are in a country where you have that choice, Sooraya. Here, things are better. But not all the time. And not everwhere. 
Dust (Sooraya Qadir): The man who brought me here, Mother. He says he can help you come to America. So you can be with me. Is this something you would like? 
Sooraya's mother: I would love this. But Sooraya . . . my child . . . What do you have to do for this man to make this possible? 
Dust (Sooraya Qadir): I don't know. But I am beginning to think it does not matter.