Rabu, 27 April 2011

Aku rindu...

      Rindu...bila aku tahu apa yang kurindukan, tentu akan lebih gampang. Tapi sayangnya aku tidak mengerti,, aku tak paham! Layaknya semua memoriku diblokir tentang itu. Satu-satunya yang aku yakini adalah sensasi ini disebut rindu. Rindu yang mengebu-gebu.
      Seandainya aku paham rindu ini ditujukan pada siapa atau mungkin lebih tepatnya apa mungkin akan lebih mudah. Rindu yang membuat hariku bermasalah, rindu yang mempengaruhi persepsi dan apa saja tentangku. Adler menjelaskan dalam teorinya bahwa psikopatologi disebabkan adanya urusan yang belum diselesaikan.Dan bila aku tidak segera menemukan penyebab rindu ini makin banyak urusan yang belum terselesaikan. Yang artinya (menurut Adler) semakin mungkin bagiku untuk mengarah ke patologi. Hanya menunggu waktu sebenarnya.
        Rindu...sungguh aku rindu...!!
        Tapi kemana harus kutumpahkan rindu ini??
      Wahai yang maha pemurah, tunjukilah aku rinduku. Biar segera kulampiaskan, ketika aku menemukannya tak kan kulepas ia. Kubiarkan ia tetap didekatku. Sungguh....
Rindu,,,,$*&^ mungkinkah rindu ini untukMu? Tapi bukankah aku selalu berusaha mengejarMu, menggapai cinta Mu...
     Tiap minggu aku mengaji firmanmu, aku berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk mempelajari betapa maha besar diriMu. Seperti yang tertuang dalam firman-firmanMu. Dan aku terus mencari jawab melalui sabda-sabda kekasihMu, junjungan kami semua. Meski jawaban itu harus kucari sampai kedunia maya. Apakah rindu ini untuk Mu??
      Belakangan lagi aku sadar, ternyata aku tak benar-benar dekat denganMu. Jujur ketika aku bilang aku selalu mencari jalan untuk dekat denganmu.Dan jujur juga ketika kuucap aku selalu mencari tahu firmanmu.Tapi akhirnya aku paham, semua yang kulakukan ternyata tak hanya untukMu. Begitu banyak jelaga dihatiku yang menutup jalanku pada Mu. Hingga yang ada aku sering menghujatMu. Semakin kudekati Engkau, semakin jauh aku dari Mu. Ternyata ini arti perasaan rindu ini, ini sebabnya aku tak bisa melampiaskan rindu itu. Karena di diriku masih bersarang penyakit hati,,,,dan mungkin juga aku telah munafik. Wahai Sang Pemilik Kekuaaan, kumohon ampuni aku. Terimalah rinduku. Rindu yang hanya untuk Mu.
Aku rindu,,,sungguh aku rindu. Sekarang aku tahu pa yang kurindukan. Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk melampiaskan rindu itu. Tapi mengapa jalan menujunya terasa begitu berat??? 
     Aku bergaul dengan orang-orang saleh, orang-orang yang senantiasa merinduMu. Tapi mengapa aku merasa mereka begitu mudah mencapai jalan menujuMu dan aku tidak? Aku tahu apa yang harus kulakuka, tapi mengapa begitu sulit kulakukan? 
   Apa Kau telah mengeraska hatiku?? Kumohon jangan wahai zat yang Maha Pemurah. Sungguh sehina apapun aku, aku ingin tetap menujuMu.
    Aku rindu... benar-benar rindu...
     Tuntunlah aku untuk menebus rindu itu..