Sabtu, 26 November 2011

sketsa senja buram

tak usah harap pesona lembayung,
hanya sketsa-sketsa buram,
pemetaan kesadisan,
tabir malam bahkan sebegitu menakutkan,
membawa mimpi buruk yang sama, bersama cucuran darah dan koyakan tubuh tak berdosa,
malam bukan lagi selimut pembuai mimpi,
ia telah jadi sekutunya,
ikut pula membayangi onggokan jasad lelah,
tanpa jeda...
tak ada waktu untuk itu,
takkan ada (lagi)

Minggu, 24 Juli 2011

Sujud Rindu

Desah butir-butirnya
menyenandungkan harmoni cinta
yang membangkitkan rindu-rindu
menasbihkan percaya pada hakikat
rindu memang tak pernah abadi
semuanya terbayar ketika diri terbenam dalam lautan cintanya
saat, dimana luka dan cita tiada pemisah
saat, seulas senyum menyungging disudut hati
saat, diri menghadaNya
tenggelam dalam sujud panjang

Senin, 11 Juli 2011

Soraya Qadir (Dust) : Jagoan Muslim Bercadar Anggota New X-Men

Sooraya Qadir adalah seorang gadis remaja penganut Muslim aliran Sunni yang memiliki kekuatan mutan untuk mengubah dirinya menjadi substansi seperti pasir. Lahir di Afghanistan, Sooraya diculik oleh kelompok perdagangan budak dan dipisahkan dari ibunya. Ketika salah satu penculiknya mencoba untuk membuka pakaian niqabnya, secara naluriah kekuatannya muncul dan membuatnya dia berubah menjadi debu, walaupun akhirnya pingsan. Dia kemudian ditemukan dan diselamatkan oleh Wolverine dan Fantomex. Wolverine membawanya ke basis X-Corps di India. Sooraya menyembunyikan dirinya dari X-Men dengan merubah dirinya menjadi pasir dan menyebarkan dirinya dalam bentuk pasir di sekitar kompleks markas. Namun Phoenix (Jean Grey) bisa merasakan kehadiran Sooraya dengan telepatinya dan segera meyakinkan Sooraya untuk menunjukkan wujud aslinya kesemua anggota X Men yang hadir. Perubahan wujud Sooraya terjadi setelah ia mengucapkan kata: Turaab (bahasa Arab untuk “debu / pasir”).
Dust (Sooraya) dapat mengubah dirinya menjadi pecahan partikel awan silikon seperti pasir dan mampu mengendalikan bentuk pasirnya. Dia bisa mengembalikan tubuhnya normalnya kembali kapan pun dia mau. Bentuk badai pasirnya ini melindunginya dari segala macam cedera. Bahkan saat dia berbentuk pasir, dirinya sulit terlacak oleh telepati.
Namun, Dust juga memiliki kelemahan. Para mutant dengan kemampuan telekinetis dapat mengontrol partikel pasirnya. Ia juga memiliki kelemahan utama dengan air. Bentuk pasirnya dapat dihentikan bila disiram dengan air beberapa kali dalam pertempuran. Dia juga bisa dikalahkan dengan memanipulasi udara (seperti saat Dust melawan Wind Dancer). Bentuk pasirnya juga rentan terhadap panas ekstrim, menyebabkan ia mengkristal ke dalam pecahan kaca yang dapat melumpuhkannya.
ia memilih untuk mengenakan jilbab muslim dengan mengenakan pakaian tradisional. Sooraya menjelaskan kepada ibunya bahwa dia selalu menggunakan jilbab karena itu menujukkan kesederhanaan dan menjaganya dari laki-laki. Ibunya senang bahwa ia telah tinggal di suatu tempat di mana dia mampu membuat pilihan, tidak seperti di Afghanistan. Berikut cuplikan percakapan Soraya dengan Ibunya mengenai burqa :
Sooraya's mother: I see you still wear it. 
Dust (Sooraya Qadir): Pardon? 
Sooraya's mother: Your burqa. Do you wear it in America? 
Dust (Sooraya Qadir): I never wore it because of the Taliban, Mother. I like the modesty and protection it affords me from the eyes of men. 
Sooraya's mother: It is good that you are in a country where you have that choice, Sooraya. Here, things are better. But not all the time. And not everwhere. 
Dust (Sooraya Qadir): The man who brought me here, Mother. He says he can help you come to America. So you can be with me. Is this something you would like? 
Sooraya's mother: I would love this. But Sooraya . . . my child . . . What do you have to do for this man to make this possible? 
Dust (Sooraya Qadir): I don't know. But I am beginning to think it does not matter.


Rabu, 11 Mei 2011

Menanti Cahaya

tiada lena menunjuk indahnya,
karena segala lara telah menutup mata,
hanya desah-desah luka,...
yang mengiringi syair qasidah doa,
nun jauh dibalik semua nestapa,
mestinya ada secercah hikmah, entah dimana dapat kulihat celah,
sebab mata hati telah lama buta,
layaknya nakhkoda yang hilang arah,
diri merana di samudra dunia,
silapkah bila masih harap setitik cahaya...?,
berharap hidayahnya tiba,
hingga mengarah menuju cintanya
dimana??

Rabu, 27 April 2011

Aku rindu...

      Rindu...bila aku tahu apa yang kurindukan, tentu akan lebih gampang. Tapi sayangnya aku tidak mengerti,, aku tak paham! Layaknya semua memoriku diblokir tentang itu. Satu-satunya yang aku yakini adalah sensasi ini disebut rindu. Rindu yang mengebu-gebu.
      Seandainya aku paham rindu ini ditujukan pada siapa atau mungkin lebih tepatnya apa mungkin akan lebih mudah. Rindu yang membuat hariku bermasalah, rindu yang mempengaruhi persepsi dan apa saja tentangku. Adler menjelaskan dalam teorinya bahwa psikopatologi disebabkan adanya urusan yang belum diselesaikan.Dan bila aku tidak segera menemukan penyebab rindu ini makin banyak urusan yang belum terselesaikan. Yang artinya (menurut Adler) semakin mungkin bagiku untuk mengarah ke patologi. Hanya menunggu waktu sebenarnya.
        Rindu...sungguh aku rindu...!!
        Tapi kemana harus kutumpahkan rindu ini??
      Wahai yang maha pemurah, tunjukilah aku rinduku. Biar segera kulampiaskan, ketika aku menemukannya tak kan kulepas ia. Kubiarkan ia tetap didekatku. Sungguh....
Rindu,,,,$*&^ mungkinkah rindu ini untukMu? Tapi bukankah aku selalu berusaha mengejarMu, menggapai cinta Mu...
     Tiap minggu aku mengaji firmanmu, aku berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya untuk mempelajari betapa maha besar diriMu. Seperti yang tertuang dalam firman-firmanMu. Dan aku terus mencari jawab melalui sabda-sabda kekasihMu, junjungan kami semua. Meski jawaban itu harus kucari sampai kedunia maya. Apakah rindu ini untuk Mu??
      Belakangan lagi aku sadar, ternyata aku tak benar-benar dekat denganMu. Jujur ketika aku bilang aku selalu mencari jalan untuk dekat denganmu.Dan jujur juga ketika kuucap aku selalu mencari tahu firmanmu.Tapi akhirnya aku paham, semua yang kulakukan ternyata tak hanya untukMu. Begitu banyak jelaga dihatiku yang menutup jalanku pada Mu. Hingga yang ada aku sering menghujatMu. Semakin kudekati Engkau, semakin jauh aku dari Mu. Ternyata ini arti perasaan rindu ini, ini sebabnya aku tak bisa melampiaskan rindu itu. Karena di diriku masih bersarang penyakit hati,,,,dan mungkin juga aku telah munafik. Wahai Sang Pemilik Kekuaaan, kumohon ampuni aku. Terimalah rinduku. Rindu yang hanya untuk Mu.
Aku rindu,,,sungguh aku rindu. Sekarang aku tahu pa yang kurindukan. Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk melampiaskan rindu itu. Tapi mengapa jalan menujunya terasa begitu berat??? 
     Aku bergaul dengan orang-orang saleh, orang-orang yang senantiasa merinduMu. Tapi mengapa aku merasa mereka begitu mudah mencapai jalan menujuMu dan aku tidak? Aku tahu apa yang harus kulakuka, tapi mengapa begitu sulit kulakukan? 
   Apa Kau telah mengeraska hatiku?? Kumohon jangan wahai zat yang Maha Pemurah. Sungguh sehina apapun aku, aku ingin tetap menujuMu.
    Aku rindu... benar-benar rindu...
     Tuntunlah aku untuk menebus rindu itu..

Minggu, 30 Januari 2011

Reinkarnasi

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Sinta Yudisia
Beberapa waktu lalu, saya membaca novel di perpustakaan. Novel karangan Sinta Yudisia itu bertajuk "kekuatan ketujuh". Ceritanya mengenai seorang pemuda yang diwarisi kekuatan ketujuh. Kehidupannya yang biasa sebagai pemulung mendadak berubah ketika berbagai kejadian membawanya pada Sentot, orang yang tahu banyak mengenai "kelebihan" yang justru ia tidak tahu. Dari Sentot, ia berhasil memakai kekuatan itu untuk mendatangkan keuntungan dan menjanjikan kehidupan yang lebih layak untuk ibu dan adiknya. Namun hal itu justru membawanya pada suatu kenyataan mengenai leluhur dan masa lalunya yang penuh magis dan berkaitan pada kekuatan supranatural. Pada akhirnya Age harus memilih memanfaatkan kekuatannya itu atau kembali hidup seperti biasa.
Ending dari novel itu masih mengundang tanda tanya bagi saya. Meskipun saat itu Age telah menentukan pilihannya. Tapi akhir dari tokoh-tokoh lainnya masih mengundang tanda tanya.
Sampai akhirnya saya membaca resensi mengenai novel Reinkarnasi, karya Sinta Yudisia juga. Di sinopsisnya sekilas tercantum nama Ragil Mulyo (Age, tokoh utama dalam novel kekuatan ketujuh). Saya langsung tertarik membacanya. Dan memang ini pengembangan novel Kekuatan Ketujuh tersebut, di bab-bab awal saya sepertinya hanya mengulang membaca novel Kekuatan ketujuh, namun belum sampai setengah isi buku. Saya menemukan ending novel kekeuatan ketujuh pada salah satu bab. Selanjutnya bab berikutnya menyambung kejadian itu. Novel ini mengupas kekuatan ketujuh Age lebih dalam, juga asal usul kekuatan itu yang membawa pada legenda raja-raja mataram kuno. Tokoh-tokoh lainnya juga diceritakan dengan porsi yang lebih banyak. Juga pembahasan mengenai Galuh Anom, ibu kandung Age yang bertanggung jawab terhadap keanehan yang dimiliki Age. Pada akhirnya novel ini mampu mengantarkan jalinan kisah mengenai mitologi tanah kejawen diramu dengan kekinian. Mengharukan dan sekaligus mendebarkan.

Jumat, 14 Januari 2011

Satu Babak Drama Dalam Angkutan Kota

Percakapan ini terjadi tadi sore di dalam angkutan kota. Saat itu, ada dua orang nenek-nenek yang berpakaian rapi dengan baju kurung mencolok (sepertinya pulang kondangan), seorang ibu dengan barang belanjaannya, seorang siswi SMA yang diam saja, seorang bapak-bapak yang membawa barang dagangannya, mbak penjual jamu, sopirnya, bapak2 yang duduk di samping sopir (tidak jelas deskripsinya) dan tentu saja saya. 
Penjual jamu gendong baru saja masuk ke angkot,,
Sopir               : "Habis dagangannya mbak?"
Mbak Jamu     : "Alhamdulillah mas..."
Sopir              : "Jadi dong beli avanza?"
Mbak Jamu     : "Lah, saya mah bukan cari kekayaan mas. Buat makan aja susah"
Sopir              : " Hidup susah gini, cari mertua yang punya sawah luas aja mbak"
ibu plg belanja : "Iya ya mbak, sekarang semuanya serba mahal, belum beras, cabe, minyak tanah lagi"
Nenek kondangan 1: "Iya minyak tanah di tempat saya sekarang 6000 satu liter"
Mbak Jamu     : " Wah, kalau dipangkalan di jambu air cuma 4500 nek"
Saya              ; "Di tempat saya juga segitu nek"
Bapak pedagang  :" di pasar bawah cuma 3600"
Mbak Jamu     : " Iya, tapi ngantrinya lama. Pling-paling cuma dapet lima liter pula"
Ibu plg belanja : " Oh, kalau gitu gak apa-apa deh mahal dikit"
Nenek kondangan 2: "koq ngerasa kayak di jaman jepang lagi ya?"
Nenek kondangan 1: "iya ni, dulu pas jaman jepang buat beli garam aja mesti antri, bahkan lemangpun tidak boleh pakai garam"
Saya              :"kenapa begitu nek??"
Nenek kondangan 1: "Iya, bukan cuma itu kita juga dilarang masak nasi. Cuma boleh antri beli makanan hambar di samping mesjid"
Nenek kondangan 2: "yang coba-coba masak ditangkap petugas. Lah koq sekarang antri lagi kayak zaman jepang"
Ibu plg belanja : "Yah, mau gimana lagi nek. Tadi saya beli cabe 49000 sekilo. Kapan yah turunnya?"
Mbak jamu      :"kalau cabe mah tidak terlalu masalah, tapi ini beras ikut-ikutan naik. Pusing sekali"
Bapak Pedagang :"mmmh, 10000 sekilo!!!"
Nenek kondangan 1 :"yah, nenek sudah 80 tahun, sudah berkali2 liat ganti presiden. Pas jamannya Suharto enak. Semua barang murah"
Saya             :"tapi dia kan katanya korupsi nek"
Nenek kondangan 1 :"yah, bagaimanapun orang2 menuduhnya sekarang nenek tetap merasa paling enak pas pak harto yang jadi presiden"
Nenek kondangan 2 :"iya ni, kalo sekarng koq uang seratus ribu seperti tidak ada harganya saja. Cuma buat beli beras, cabe, ikan asin, garam abis uang itu"
Sopir             :"Besok pilih saya saja jadi presiden buk!!!"

Minggu, 09 Januari 2011

Nagari Hijau

   

Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka tiap-tiap daerah mulai dari tingkat satu diberikankemandirian dan kebebasan untuk kembali lagi memakai konsep-konsep adapt leluhur mereka. Tentu saja dengan penmyesuaian terhadap situasi dan kondisi jaman sekarang. Berkat program ini, maka di provinsi Sumatra Barat diberlakukan program kembali ka nagari. Dalam konsep kekeinian, maka nagari adalah wilayah pemerintahan yang ada dibawah kecamatan. Dimana nagari memiliki pemerintahan yang berada dibawah cakupan PEMDA namun dengan berpedoman pada adat Minangkabau juga. Dan dibawah nagari ada lagi wilayah pemerintahan yang disebut jorong.

Sebagai orang yang lahir dan besar di salah satu nagari di Sumatra Barat (Sijunjung), saya sedikit banyaknya tahu mengenai daerah saya. Dulunya Sijunjung terkenal sebagai penghasil buah lansek (Lansium Domesticun). Hingga lahirlah slogan Sijunjung Lansek Manih yang terkenal ke berbagai penjuru Indonesia. Hal itu terjadi karena ketika musim panen, buah lansek melimpah karena sama-sama matang di tiap-tiap kebun milik penduduk.  Jadi bisa didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Sampai sekarang, Sijunjung masih dikenal sebagai penghasil lansek walaupun tidak semelimpah dulu. Menurut cerita-cerita dari nenek saya, hal ini sangat dipengaruhi oleh pemerintahan waktu itu (wali nagari). Saat itu ada peraturan bahwa-bahwa tiap-tiap kebun dalam satu rumah gadang wajib memiliki pohon lansek. Dan juga ada denda bagi orang-orang yang memetik buah lansek sebelum matang. Jadi ketika musim berbuah tiba, semua pohon lansek berbuah merata. Sekarang peraturan seperti itu tidak ada lagi, tapi pengaruhnya masih terasa sampai sekarang.

Yang menatik lagi dari nagari saya adalah diberlakukannya lubuk larangan. Program ini adalah dengan melarang mengambil ikan di sungai-sungai nagari sampai saatnya tiba (biasanya enam bulan sekali) sungai dibuka untuk pemancingan. Dimana keuntungannya untuk pembangunan di jorong masing-masing tempat sungai tersebut berada. Biasanya terdapat kerjasama antara beberapa jorong dalam hal ini. Dan pada hari ketiga sungai dibuka, masyarakat dibebaskan untuk memancing tanpa bayaran sebelum besoknya dititip lagi. Bila ada yang memancing diluar waktu itu, akan didenda berupa semen. Apalagi kalau sampai menggunakan racun atau setrum, ini bias dianggap pelanggaran berat.

Dari semua ini, saya bilang bahwa nagari saya mertupakan nagari hijau.

Dari sini saya berkesimpulan bahwa ternyata penyelamatan lingkungan hidup sangat diopengaruhi oleh pemerintah dan kearifan lokal. Mungkin peraturan dari wali nagari dulu itu bisa dipakai lagi sekarang, bukan saja di nagari sijunjung. Tapi di tempat-temapat lain (tentu saja tanamannya tidak harus pohon lansek). Mungkin pemerintah bias menerapkan kewajiban untuk memiliki tanaman di tiap rumah (kalau di perkotaan mungkin bias memakai pot atau teknik hidroponik). Bila ini dilakukan, maka praktis akan sangat mengurangi emisi rumah kaca. Karena bila tiap rumah memiliki pohon, maka akan ada banyak pohon yang menetralisir gas-gas berbahaya yang kita ciptakan tiap hari. Bila ini berhasil, maka kita tidak lagi menciptakan sekedar sebuah nagari hijau, Akan tetapi membawa Indonesia menjadi Negara hijau.