Minggu, 21 Februari 2010

...minder berdo'a

Setiap kali sehabis shalat, saya telah mempersiapkan banyak hal yang ingin saya "adukan" padanya. Tentang susahnya saya jadi orang yang istiqamah, masalah-masalah yang saya hadapi sehari-hari, bahkan sampai hal-hal yang sepele. Saya ingin sekali menceritakan semuanya, tapi kemudian saya berpikir bahwa Ia adalah yang Maha Tahu. Ia tahu apa yang saya alami dan saya rasakan. Jadi saya tidak jadi mencurahkan semua perasaan saya.
Lalu saya ingin sekali memohon pada Nya agar dimudahkan semua urusan saya.  Berdo'a agar diberi kemudahan dan ditambah rezekinya. Namun lagi-lagi saya urungkan hal itu, karena tiba-tiba saya merasa "tidak pantas". Saya merasa jadi orang yang egois, karena selalu meminta padanya padahal perintahnya tak sempurna saya kerjakan. Begitulah seterusnya tiap kali saya habis shalat, makanya seringkali saya langsung "udahan" ketika selesai berdzikir dan membaca doa'2 pendek berbahasa arab yang saya pelajari ketika di Surau dulu.
Setelah itu saya merasa menyesal lagi kenapa tidak memohon saja padaNya, saya sadar bahwa Allah itu Maha Penyayang, Maha Pemurah. Tapi saya telah berburuk sangka pada Nya. Namun perasaan itu selalu saya rasakan ketika selesai shalat. Saya bahkan belum pernah menangis dalam shalat.
Saya selalu mencari tahu hal ini, sampai akhirnya saya berpikir hal itu saya rasakan karena hati saya yang belum benar-benar bersih. Saya shalat, tetapi saya mengangggap itu sebatas kewajiban dan sebuah "utang' yang harus saya bayar. Karenanya saya selalu minder untuk bercerita dan berkeluh kesah padaNya. Saya selalu berusaha mengubah hal ini, tetapi kenapa susah sekali ya???!??