Jumat, 29 Januari 2010

someplace called home

i always dream on a time while all emotion come a lot.
happyness, fear, the braveness, love, jelouss, and so on
the complex feeling i felt
make a sensation which i can't descript it
remaining all mycildhood,
when i grew up as a teen
where i first time try to walk by myself
remaining someplace where i can share all myfear
someplace where i can show all of my affection
someplace i call home,
where myfamily sit down together and we talk about "something nonsense"
it's all the sweet moment which impossible to be forgotten
and now, i don't know where i can go home
how came, if i "come home" to someplace where there is no mom, father, grandma and my sweet sis,..
all thing had to be changed friend,
but, am i false if i always remaining that,
i wanna go home
i love you
my all...

Minggu, 17 Januari 2010

Cinta Seekor Induk Kucing

Kasih ibu sepanjang masa. Bukan cuma ibu manusia, tapi juga begitu yang dialami seekor kucing. Di rumah tante saya, terdapat seekor induk kucing. Suatu ketika saya mengambil sesuatu di kamar yang telah digunakan sebagai gudang. Kamar itu tak pernah dikunci, hanya ditutup tapi tidak terlalu rapat. Sehingga masih bisa dilalui seekor kucing. Saat telah mendapat apa yang saya cari, saya menutup pintu itu.
Sorenya si kucing betina mengeong-ngeong keras. Suaranya terdengar sampai kedepan. Begitu mencari sumber suara, saya menemukannya mondar mandir didepan pintu kamar itu sambil terus mengeong keras. Saat itulah saya juga mendengar suara anak-anak kucing dari dalam kamar. Saya baru sadar ternyata kucing tersebut melahirkan anaknya di "gudang" itu. Saya buru-buru membuka pinta kamar itu. Dan induk kucing langsung berlari jauh kesudut kamar tempat tumpukan baju-baju yang tak terpakai. Ia menyembunyikan anaknya disana.
Saya mengintip anak-anaknya. Berjumlah 5 ekor dengan mata yang masih tertutup. Induk kucing mengeong lagi, mungkin tidak ingin diganggu.