Minggu, 26 Desember 2010

“Poetry Hujan: Qasidah Perindu Hujan”

tanahku merekah pecah
dewi sri urung lahir 
Apalah dayanya jika kau tak datang
pun, kincir2 air kami tak dapat bergerak
karena sungai  mendangkal
menampakkan dasarnya 
dengarlah desah-desah tanah, kekasihmu
yang setia menantimu
ia jadi mandul tanpamu
dari rahimnya tak mampu lagi tumbuh buah-buah ranum
hujan, dengarlah qasidah kami



uisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Raindrop, water is adventure

Rating:★★★★
Category:Other
Kondisi bumi kita makin lama makin parah. Aktivitas-aktivitas industri yang tidak terkendali telah menyebabkan kerusakan disana sini. Bukan hanya industri, tapi juga kegiatan rumah tangga sehari-hari. Kesalahan-kesalahan kecil yang ditumpuk menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem, sehingga timbullah banjir dan menipisnya wilayuah hijau. Yang paling mengerikan adalah menipisnya lapizan ozon dan bertambahnya volume air laut.Global Warming, menjadi isu global yang dibahas akhir-akhir ini. Bila tidak segera ditangani, tentu akan menjadi sangat serius.
Syukurnya, ditengah orang-orang mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Berbagai kampanye dan aksi-aksi "go green" pun dilakukan. Bukan cuma orang dewasa, anak-anak pun mulai diajari untuk cinta lingkungan (dengan cara yang mereka pahami tentunya). Seperti yang disuguhkan serial tv ini. Menceritakan tentang isu-isu pencemaran global melalui petualangan raindrop, sitetes air bersama teman-temannya (nimbuzz, awan dan freezy, balok es). Bersama-sama mereka bertualang dari satu tempat ke tempat lain dan melihat banyak hal mengenai kehidupan mereka.
Bersama juga mereka melawan si kuman dan teman-temannya yang terobsesi mencemari bumi. Cara yang cerdas untuk megajarkan cinta lingkungan?

Jumat, 24 Desember 2010

Aneka Pencetus Alergi

Faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:

* Lingkungan.
1. Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.
2. Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.
3. Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.
4. Rontokan bulu binatang.
5. Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.
* Makanan.
1. Makanan/minuman dingin.
2. Permen dengan segala variasinya.
3. Cokelat dan segala olahannya
4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.
5. Gorengan.
6. Kacang dengan segala olahannya.

* Hal-hal lain:
1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.
2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.
3. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.
4. Perubahan musim atau pancaroba.

CIRI ALERGI
* Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk "membandel"/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.
* Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.
* Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.
* Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/jasad renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya adalah alergi.

WASPADAI ASMA
Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. "Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma," kata Darmawan.

Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya "normal", kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. "TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma."

Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.

Gazali

source : http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/Aneka-Pencetus-Alergi

Rabu, 22 Desember 2010

perlahan-lahan wajah "putra"ku memudar

"Abi...! ayo kita main bola"
Aku tak bisa berkata apa-apa, ketika bocah lugu itu menarik-narik tanganku dan menunjuk ke halaman luar, rumah kami? Aku masih tidak percaya, dia memanggil abi. Bagaimana bisa? Kuperhatikan garis-garis wajahnya, aku melihat diriku disana. Benar-benar mirip. Walaupun bingung aku mengikutinya juga ke halaman belakang, aku sama sekali asing dengan tempat ini tapi entah kenapa aku seperti begitu mengenalnya. Dan pakaian ini, bagaimana mungkin aku bisa berdandan seperti ini. Kemeja mahal dari bahan satin ini, dan dasi ini sejak kapan aku mahir memakainya. 
Apa ini mimpi?? Tapi semuanya terlihat begitu nyata. Beberapa menit berikutnya aku mulai melupakan ini mimpi atau nyata karena sudah terlalu asyik bermain dengan "putra"ku. Mungkin saja memang inilah kehidupanku, mungki aku menderita semacam amnesia yang menyebabkan aku kehilangan memoriku beberapa tahun belakangan. Aku hanya tersenyum meraba-raba cambang di wajahku, cambang ini membuatku lebih dewasa. Tapi, anak ini...astaga!! Aku lupa dimana ibunya? "Istriku"?
"Abi, tadi Ummy bilang makanannya ada di meja. Ummy ada majelis ta'lim di mesjid", Anak ini seperti mengerti jalan pikiranku. Kupandangi lagi ia, ah bocah itu adalah anakku.
Beberapa waktu kami asyik bermain bola di belakang rumah, sampai akhirnya adzan ashar berkumandang. 
"Assholatukhairumminannnau...!!!" loh koq, apa-apaan muadzinnya. Bukankah lafal itu hanya dibaca ketika subuh. Dan tiba-tiba aku kehilangan putraku.
"jagoan...kemana jagoan abi nih?"
***
Kupandamgi lagi kamar dinding kamarku, "bukankah ini kamrku beberapa tahun yang lalu?". Lalu aku meraba-raba pipiku berharap akan merasakan ada rambut disana. Tapi tidak ada, 
damn...mimpi ternyata!!
Dan muadzin di mesjid dekat rumah telah selesai mengumandangkan adzan subuh.
Sejak mimpi itu, aku tak ayal jadi uring-uringan memikirkannya. Aku masih ingat dengan jelas dengan wajah bocah itu, hanya saja, yah itu...aku tidak empat melihat wajah "istriku". AKHirnya aku kembali mengira-ngira siapa ia,mulai kudata perempuan yang pernah dekat atau minimal pernah aku sukai lah, atau mungkin saja aku belum bertemu dengannya sekarang. Yang pasti aku percaya itu adalah salah satu potongan fragmen takdir yang bisa aku pilih. Karena bukankah takdir manusia adalah sebuah pilihan?  Untuk mendapatkannya aku harus memilih dari sekarang, harus bekerja keras dari sekarang.
Sampai akhirnya aku membaca headline ebuah majalah islam Apa yang sudah kaulakukan untuk agamamu?, aku kembali ingat ucapan kakak mentor LDPM di kampusku beberapa waktu lalu.
Kalau impianmua hanya sekedar punya pekerjaan bagus, keluarga dan rumah tangga yang sakinah, betapa memalukannya? Apa yang akan kau lakukan untuk negaramu, bangsamu dan agamu?
Tiba-tiba saja aku menjadi sangat malu....aku mengubah cita-citaku. TIidak lagi sesederhana itu. Dan perlahan-lahan wajah "putra"ku memudar menjadi siluet yang buram dan akhirnya terlupakan. Aku tak lagi menerka-nerka siapa wanita itu, karena memang belum saatnya.

Benarkah Banyak Keringat Pertanda Sakit Jantung?

M ungkin saja, Bu-Pak, karena keluarnya banyak keringat bisa merupakan gejala penyakit kronis. Tapi, tak usah panik dulu. Bila tak disertai gejala lain, bisa saja itu memang sudah bawaannya sejak bayi.

Sering, kan, kita jumpai anak yang kepala atau telapak tangannya selalu berkeringat. Sampai-sampai si anak mengadu pada orang tuanya dengan kesal karena setiap kali menulis atau memegang sesuatu, telapak tangannya berkeringat. Habis dilap, keringat akan mengucur kembali.

Bahkan, ada anak yang tetap berkeringat meski berada di ruangan ber-AC. Akibatnya, orang tua terpancing dan menduga anaknya masih kepanasan, sehingga AC-nya dibuat lebih dingin dengan harapan anaknya enggak berkeringat lagi. Tapi, ternyata anak tetap berkeringat.

Nah, kebanyakan orang tua lantas menjadi cemas, "Jangan-jangan anak saya terkena penyakit jantung." Bukankah salah satu gejala penyakit jantung adalah penderita mengeluarkan banyak keringat?

DISERTAI GEJALA LAIN

Memang, seperti diakui Dr. Najib Advani, Sp.AK, MMed. Paed.,  keluarnya banyak keringat bisa merupakan gejala penyakit kronis, seperti TBC, Malaria, atau gagal jantung. "Tapi jangan dibalik, lo. Bukan banyak keringat yang mengakibatkan penyakit jantung, misalnya," tukas spesialis anak Konsultan Ahli Jantung Anak Bagian Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini.

Keluarnya banyak keringat juga bisa ditemukan pada anak yang memang punya kecenderungan untuk alergi (atopi). Selain itu, tumor pada kelenjar adrenalin juga bisa menyebabkan banyaknya keringat yang keluar. "Tapi ini biasanya disertai dengan gelisah dan tekanan darah tinggi," tutur Najib. Anak dengan obesitas juga sering banyak mengeluarkan keringat, "karena lapisan lemaknya tebal, sehingga ia merasa panas terus," lanjutnya.

Penghentian pemakaian obat-obat tertentu, seperti obat penenang, juga bisa membuat anak berkeringat. "Kalau pemberian obat dihentikan, anak jadi gelisah. Akibatnya, keringat bercucuran." Kondisi lain, karena hipoglikemi (kadar gula darah dalam tubuh menurun), kondisi hipertiroid (kelebihan hormon tiroid), kekurangan vitamin B6, atau karena intoksikasi (keracunan) salisilat. "Salisilat adalah salah satu obat penurun panas. Jika dosis yang diberikan berlebih akan membuat anak banyak berkeringat."

Dengan demikian, kita patut curiga bila si kecil mengeluarkan banyak keringat disertai gejala-gejala lain, atau sebelumnya tak pernah berkeringat dan tiba-tiba di usia 2 tahun ia mengeluarkan banyak keringat dibarengi gejala-gejala lain.

Misalnya, anak banyak berkeringat dibarengi sesak napas, mungkin merupakan penyakit jantung. Atau, bayi yang enggak kuat menyusu; saat menyusu sebentar-sebentar berhenti dan berkeringat. "Kita harus curiga dan segera membawanya ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut," tukas Najib.

KONDISI YANG NORMAL

Jadi, Bu-Pak, jangan keburu cemas dulu, apalagi sampai panik bila si kecil mengeluarkan banyak keringat. Kalau memang tak ada gejala lain yang menyertainya, berarti banyaknya keringat yang dikeluarkan merupakan kondisi normal yang sering dijumpai pada anak. Terlebih lagi, kata Najib, pada kebanyakan kasus, banyaknya keringat yang keluar bukan lantaran penyakit atau kelainan tertentu. "Bisa saja memang bawaan anak begitu, sejak bayi memang sudah banyak atau gampang berkeringat."

Ada beberapa kondisi yang bisa membuat anak banyak berkeringat. Diantaranya, emosi. Misalnya, stres. "Ini bisa menyebabkan keringat yang keluar bertambah." terang Najib. Kondisi lain, mungkin pakaian yang dikenakannya terlalu tebal. Apalagi bila gerakan-gerakan fisiknya juga bisa membuat ia gampang berkeringat. "Anak yang sedang demam atau baru sembuh dari demam pun akan mudah berkeringat," tambah Najib.

Disamping itu, suhu lingkungan yang tinggi. Bukankah jika suhu lingkungan tinggi, maka suhu tubuh pun akan terpengaruh? Sehingga, secara mekanisme alamiah, keluarlah keringat. Jadi, normal, kan? Justru dengan keluarnya keringat, suhu tubuh akan turun. Badan pun jadi dingin karena keringat yang keluar akan menguap dan mengambil panas dari kulit.

Oh ya, spicy food atau makanan yang berbumbu, seperti lada atau cabe, juga akan semakin merangsang pengeluaran keringat. Enggak usah pada anak, kita saja yang dewasa jika mengkonsumsi makanan dengan kandungan lada atau cabe juga akan berkeringat lebih banyak dari biasanya. Iya, kan?

KURANGI FAKTOR PENCETUSNYA

Nah, sekarang udah lebih tenang, kan, Bu-Pak? Saran Najib, Ibu-Bapak tak perlu berprasangka yang bukan-bukan selama si kecil pertumbuhannya bagus dan enggak ada gejala-gejala lain yang menyertainya. Apalagi biasanya, semakin besar anak, kondisi ini juga akan semakin menghilang, kok.

Memang ada obat-obatan yang bisa mengurangi pengeluaran keringat untuk sementara waktu. "Tapi, begitu pemakaian obat dihentikan, anak akan kembali berkeringat. Jadi, kita memang enggak anjurkan. Masalahnya, sampai kapan kita harus memberinya obat," tutur Najib.

Yang perlu diperhatikan justru mengurangi faktor-faktor pencetus banyaknya pengeluaran keringat. Misalnya, kalau sudah tahu si anak lebih mudah berkeringat, ya, jangan memakaikan baju tebal-tebal di siang hari bolong. Apalagi saat anaknya sedang beraktivitas di luar rumah. "Sebaiknya gunakan bahan yang menyerap keringat." Kemudian, hindari makanan pencetus, seperti yang mengandung lada dan cabe.

Pada anak obesitas, dianjurkan untuk mengurangi berat badan atau paling tidak pertambahan berat badannya dikurangi. Misalnya, diet; banyak makan sayur dan buah-buahan, hindari makanan yang berlemak dan berkabohidrat tinggi.

Pasti, deh, sekarang Bapak-Ibu sudah enggak khawatir lagi. Iya, kan?

sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Anak/Benarkah-Banyak-Keringat-Pertanda-Sakit-Jantung

keterlibatan ayah dalam pengasuhan bayi

Ternyata keikut sertaan ayah dalam pengasuhan bayi mempengaruhi kepribadian anak anda nantinya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering terlibat interaksi dengan ayahnya akan lebih gampang untuk memulai interaksi sosialnya. Sedangkan bayi yang jarang berinteraksi dengan ayahnya, nantinya akan menjadi anak yang pemalu.
Mengasuh anak memang tugas ibu, tetapi ayah juga harus terlibat aktif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak anda.
Bayi yang sering 'diserahkan' begitu saja pada 'sembarang' orang nantinya akan menjadi individu yang mudah percaya dan polos sekali sehingga gampang dimanipulasi orang lain. Percaya atau tidak bayi dibawah umur satu tahunsudah bisa mengenali orang tuanya, sehingga akan menangis bila digendong orang lain.
Jika bayi tidak sering (kurang) mendapatkan perhatian dari orang tuanya terutama ayah ia akan sulit mengenali orang tuanya, sehingga ia akan lebih dekat dengan orang lain (pengasuh).

Berenang Bikin IQ Tinggi

J adi, Bu-Pak, ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungin  ke dalam air.

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung  ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. "Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo.

Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.

Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. "Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ya, Bu-Pak.

HARUS AMAN

Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. "Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua," tutur Karel. Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. "Ini merupakan salah satu keunggulan berenang."

Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy -nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan.

"Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai." Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR

Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya. Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub , dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. "Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak," tutur Karel. Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. "Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti." Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, "mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir".

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. "Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius."

Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius. Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, "jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya." Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI

Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi. Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun .

"Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan," ujar Karel. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang.

"Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti." Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu, ya, Bu-Pak. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ibu-Bapak juga harus fun, lo, bukan lantaran terpaksa.  

PERIKSA DULU KONDISI BAYI

   

Sebelum mengajak si kecil, Ibu-Bapak perlu memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter. Pasalnya, ada beberapa bayi yang tak boleh melakukan aktivitas renang semisal bayi yang memiliki kelainan, seperti kelainan jantung bawaan. Sementara bayi prematur atau memiliki berat badan rendah ketika lahir, menurut Karel , bukan pantangan untuk diajak berenang.

"Bayi prematur, kan, lahirnya kurang bulan tapi dengan berjalan waktu ia akan mengejar ketinggalannya sehingga beratnya akan bertambah." Jadi, meski waktu lahir ia sempat tertinggal di belakang, namun pada titik tertentu ia akan bisa mengejar. Begitu pula bayi yang memiliki berat badan rendah. Hal lain yang harus diperhatikan ialah:

* Satu jam sebelum berenang, bayi harus sudah makan atau minum. Jangan ajak bayi berenang dalam keadaaan kekenyangan atau begitu makan langsung diajak berenang. Jangan pula mengajaknya berenang dalam keadaan lapar karena dikhawatirkan ia akan minum air kolam.

* Lama berenang paling efektif adalah setengah jam karena bayi perlu dijaga daya tahan tubuhnya atau dijaga agar tak bosan karena kelamaan.

* Orang tua juga perlu mempelajari pertolongan pertama, sehingga bila terjadi sesuatu yang tak dikehendaki bisa segera memberikan pertolongan pertama karena sudah tahu caranya.

BERENANG BISA BIKIN TINGGI, LO

   

Karena dengan berenang, motorik bayi akan aktif semua. Nah, dengan adanya aktivitas motorik akan merangsang pertumbuhan secara tak langsung, baik fisik maupun psikologis. "Lihat saja perenang yang baru mulai ketika berusia 20 tahun dan yang sudah mulai sejak kecil. Pasti perbandingan tingginya berbeda," kata Karel . Atau, perenang tahun 60-an dibandingkan para perenang sekarang, "pasti lebih tinggi juara renang yang sekarang karena mereka start -nya lebih awal." Satu lagi keuntungan berenang sejak kecil, ya, Bu-Pak.

MEMILIH BAJU RENANG

   

Bayi juga perlu pakai baju renang, lo, meskipun alasannya bukan medis tapi lantaran kebiasaan saja. Nah, dalam memilih baju renang, saran Karel,  pilih yang tak menghambat geraknya. "Hindari baju yang gombrong karena bila masuk air, baju ini akan menggelembung sehingga menghambat gerak bayi." Kalau sudah begitu, bisa-bisa si kecil jadi tak suka berenang atau lebih parah lagi ia akan trauma.

TRAUMA BERENANG

 Kalau si kecil sampai trauma, saran Karel, sebaiknya berenang dihentikan dulu. "Ajak bayi bermain di darat." Kalau ia tetap rewel, bawa pulang. Toh, lain hari bisa dibawa lagi. Jangan jadikan berenang sebagai suatu paksaan.

sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Berenang-Bikin-IQ-Tinggi

Pengaruh Mitos Selama Kehamilan Terhadap Bayi Anda

Selama ini ibu-ibu muda yang sedang hamil ditakutkan oleh mitos-mitos yang beredar, khususnya di Indonesia. Ketakutan ini disebabkan karena mitos-mitos tersebut kadang ada benarnya. Makanya, seorang wanita modern pun (walau tidak mengakui) mematuhi pantangan/pamali tersebut.
Mitos tersebut banyak sekali, misalnya:
  1. Ibu yang sedang hamil ataupun suaminya dilarang membunuh hewan melata. Karena nanti anaknya bisa lumpuh
  2. Ibu hamil dan suaminya tidak boleh membenci orang, karena nanti anaknya akan seperti orang tersebut
  3. Bila "ngidam" sang calon ibu tidak dipenuhi, anaknya akan "ileran"
  4. dan masih banyak contoh konyol-konyol lainnya
Yang menghawatirkan karena ternyata secar "kebetulan" mitos ini terjadi. Seperti saya tulis di awal para calon ibu pun dihantui oleh ketakutan-ketakutan tersebut. Kenapa?
Ternyata, hal ini lebih disebabkan oleh sugesti dan kondisi psikologis si ibu. Secara sederhana kerjanya begini: wanita yang sedang hamil mental dan psikologisnya sangat labil, sehingga ketika masuk input (mitos-mitos tadi), ia akan langsung menerimanya, ia mempercayainya, ia yakin kebenarannya. Lalu ketika ia mlakukan pantangan tersebut timbul kehawatiran yang sangat besar akan akibat dari melnggar pantangan tersebut. Sehingga emosinya jadi kacau dan kondisi psikologisnya bermasalah. Karena si bayi masih sangat erat hubungannya dengan sang ibu maka akan berpengaruh pula terhadap kondisi bayi. Bayi berhubungan langsung dengan ibu melalui plasenta. Akibatnya, secara "kebetulan" lagi mitos itu berlaku. (mirip cara kerja sihir0
Karena itu bila anda sangat menyayangi bayi anda anda tidak perlu cemas akan mitos-mitos tersebut. Sebab hal itu justru akan "merusak" buah hati anda kelak.

Sabtu, 20 November 2010

Cinta tanah air, tapi tanah air tak cinta

Lagi, Tenaga kerja indonesia mendapat perlakuan yang tidak manusiawai dari majikannya. Entah yang keberapa? 
Saya masih ingat pertama kali mendengar dan tahu tentang penganiayaan TKW saat duduk di kelas lima SD. waktu itu sedang heboh-hebohnya kasus Nirmala Bonat. Saya sampai bergidik melihat kondisinya. Hal itu juga memberikan senjata baru bagi ibu saya bila saya dan adik saya mengeluhkan uang jajan yang sedikit atau seragam sekolah yang sudah lusuh. Maka ibu akan bilang, "kalau begitu ibu bekerja saja di Malaisya jadi pembantu". Kalimat itu langsung membuat kami diam karena kami melihat sendiri di tivi bagaimana kondisi Nirmala Bonat. Dan kami tidak mau ibu bernasib seperti itu.
Sekarang, sudah lebih dari delapan tahun sejak peristiwa itu. Dan saya masih saja membaca berita yang sama, berita penyiksaan terhadap TKW Indonesia oleh majikannya di Arab atau Malaisya.
Walaupun berita penyiksaan TKW selalu saja muncul di media, namun tetap saja agen penyalur tenaga kerja ke luar negeri dibanjiri peminatnya. Yah tuntunan hidup memaksa demikian, mereka butuh biaya yang besar untuk anak-anaknya yang tidak cukup dari penghasilan suami. 
Sebenarnya siapa yang mau bekerja dinegeri orang nan jauh dari keluarga dan kampung halaman dengan resiko yang tinggi. Akan tetapi mereka tidak punya pilihan, mereka tidak punya ijazah S1 sehingga mereka bisa melamar menjadi PNS dan bisa bernafas lega. Orang tua mereka juga tidak meninggalkan tanah yang luas untuk mereka garap. Mereka tidak punya modal atau pengetahuan yang cukup untuk memulai sebuah usaha baru. Akhirnya, negeri seberang dengan segala mimpi-mimpinya menjadi pilihan terakhir mereka.
Mereka cinta tanah air, saking cintanya mereka dapat julukan pahlawan devisa. Tapi sayang tanah air tak cinta, tanah air tak mampu menjanjikan penghidupan yang layak bagi mereka. Sehingga mereka harus membanting tulang di negeri orang. 
gambar dari repubika

Ruma Maida

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Kemarin nonton film ini di metro tv. Bagus banget muatan sejarahnya, walaupun sejarah yang ditampilkan juga banyak fiktifnya. Tapi pesan yang disampaikannya dapat banget, seperti pesan Bung Karno, "JAS MERAH'.
Film ini berpusat pada Maida (Atiqah Hasiholan), seorang mahasiswa tingkat akhir yang menegola sebuah sekolah bagi anak jalanan. Bersama anak-anak didiknya Maida mengubah sebuah bangunan kuno yang tak terpakai menjadi sebuah sekolah sederhana. Suatu hari seorang pengusaha, Dasaad Muchlisin (Frans Tumbuan) membeli tanah tempat rumah itu dan akan menjadikannya sebagai bisnis properti. Padahal waktu itu sedang krisis moneter dan Soeharto baru saja lengser dari jabatannya sebagai presiden. Disitulah awal pertemuannya dengan Sarika (Yama Carlos), arsitek yang akan mengubah rumah itu. Awalnya Maida yang idealis membenci Sarika yang dianggapnya tadak punya rasa sosial. Tapi, (seperti kisah cinta umumnya) mereka malah saling jatuh cinta. Dan Sarika malah membantu Maida supaya tetap bisa mengajar murid-muridnya ini.
Penelusuran mereka tentang rumah itu mengantarkan pada kisah cinta tragis masa penjajahan. Sejarah tentang Isack Pahing (Nino Fernandes), pemuda keturunan Belanda pencipta lagu ketroncong "Pulau Tenggara" yang mengilhami Soekarno melakukan GNB. Maida sendiri menulis skripsi mengenai tokoh tersebut.
Rumah tersebut adalah rumah yang dulu ditempati Isack dan keluarganya. Siapa sangka kalau Dasaad merupakan bagian dari sejarah ini.

Rabu, 27 Oktober 2010

Di penghujung tahun

Di penghujung tahun ini, Indonesia dan sumatra barat pada khususnya kembali ditimpa bencana. Padahal trauma akibat gempa tahun kemarin belum sembuh.
 Yang anehnya walaupun tidak sama persis waktunya, tapi bencana itu sama-sama terjadi di penghujung tahun. Seharusnya ini benar-benar menjadi renungan bagi kita semua. Dan kita bisa saling menguatkan satu dengan yang lainnya.
Simpati dan doa untuk korban bencana pun sudah berdatangan dari masyarakat dunia. Seperti yang baru saja saya baca di situs okezone.com, beberapa selebritis hollywood menyampaikan rasa belasungkawanya melalui akun twitter mereka.
Kita, sebagai saudara terdekat mereka seharusnya memberi lebih dari sekedar ucapan belasungkawa. Kita bisa membantu apa yang bisa dibantu, menyumbang ala kadarnya dan memberikan do'a yang tulus.
Tapi saya masih memikirkan, kenapa  dipenghujung tahun ya?

Selasa, 19 Oktober 2010

Aku Ingin Mencintaimu Sekali Lagi

Rab,...
entah yang keberapa, kuucap kata ini dalam untai doa'
dan entah berapa kali pula aku melupakannya
sungguh, aku ingin tetap bertahan dalam cinta ini
tapi, bias-bias dengki menghalangi kekelannya
aku sadar sepenuhnya khilaf itu
seperti yang sudah-sudah
hati ini terlalu lemah untuk percaya
bahwa semua uji darimu memang perlu adanya
dan adalah tak pantas berpikir jadi orang paling malang sedunia
lalu dengan lancangnya menanyakan keadilanmu
Rab,..
sungguh sebenarnya aku ingin tetap mencintaimu,
hatiku berkata begittu
beri aku kesempatan sekali lagi
ijinkan aku mencintaimu lagi
benar-benar mencintaimu


Senin, 18 Oktober 2010

Takdir Dandelion

Siapa yang tak kenal bunga yang satu ini, ia sering kali tumbuh liar di persemakan atau malah jadi gulma bagi tanaman sayur-sayuran. Bagi petani ia merupakan musuh, namun bila dilihat-lihat bunga ini sangat indah. Mahkotanya (mungkin) yang putih-putih bersih bila terbang bersama angin akan memberikan suatu pemandangan yang luar biasa. 
Disitulah letak takdirnya, dandelion sepenuhnya bergantung kepada angin demi kelangsungan keturunannya kelak. Bila angin membawanya ke padang rumput yang subur, maka dandelion akan membentuk koloni baru kotanya ditempat tersebut. Namun, bila angin ternyata tidak bersikap baik ia bisa dibawa ke bebatuan gersang, sehingga tamatlah riwayatnya disitu. Tapi hal ini jarang terjadi. Mungkin Dandelion dan angin sudah bersekongkol atau mungkin juga Tuhan sudah menugaskan angin untuk membawa dandelion ke temapat ia bisa melanjutkan keturunannya.
Terlepas dari itu, dandelion adalah organisme yang gigih mempertahankan kelangsungan hidupnya. Ia sepenuhnya menyadari takdirnya yang sesederhana itu. Maka ia bisa ditemukan ditempat yang gersang, bersama koloninya ia membuat tanah gersang itu menjadi subur. Lalu melihat tanah yang subur, manusia menguasai tempat itu untuk budidaya sayuran. Dan dandelion....disingkirkan. Namun dandelion tak bisa komplain, ia diam saja ketika manusia mencabut lalu membuang atau membakarnya. Angin, sang belahan jiwa membawa biji-bijinya yang tersisa ketempat yang jauh. Yang akhirnya dandelion kembali membuat kota kecilnya, lalu, seperti yang sudah-sudah... ... demikianlah takdir dandelion, sesederhana itu.
Takdir manusia tidak sesederhana itu, takdir manusia berupa rentetan pilihan-pilihan yang ia tentukan sendiri. Ia bisa memilih kemungkina yang ini, yang itu, atau tidak memilih sekalipun (pasrah) sebenarnya merupakan sebuah pilihan. Yang pasti sebagi organisme tingkat tinggi yang organ tubuhnya palin sempurna dibanding organisme lainnya, manusia diberi kebebasan (atau tanggung jawab) yang lebih besar. Memang sesuatu yang besar menghendaki tanggung jawab yang besar pula.
Tidak seperti dandelion, takdir manusia tidak bergantung pada apapun (kecuali Tuhan yang maha segalanya). Tidak juga pada tukang ramal, tukang tenung, fengshui dan sebagainya. Manusia, sebagai organisme tingkat tinggi telah dikaruniakan takdir yang bisa ia pilih sendiri.

Minggu, 17 Oktober 2010

Om Jai Jagadish

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Sepertinya film-film bertema melankolis, memang bollywood rajanya. Seperti film ini, bukan film baru sebenarnya. Tapi, jalinan kisah mengenai keluarga ini masih sangat menarik bila ditonton sekarang.
Om, Jay, dan Jagadish, tiga orang beradik kakak yatim yang namanya sengaja diberi ayah mereka agar bisa diucapkan dalam satu tarikan nafas.
Om, yang tertua bekerja di sebuah perusahaan musik milik temannya. Ia seorang kakak yang mengorbankan apapun uyntuk adik-adiknya sampai melupakan urusan percintaannya. Sampai-sampai si bungsu Jagadish berulang kali mencarikan calon istri yang pas untuk abangnya. Hingga akhirnya memang berhasil menemukan seorang gadis yang setia menemani Om.
Jay, yang terobsesi dengan mesin disekolahkan si Amerika. Om meminjam uang kepada temannya untuk biaya kuliah Jay dengan syarat setelah lulus Jay harus bekerja di perusahaan miliknya. Masalah timbul ketika Jay tidak menerima hal ini, karena baginya Amerika adalah tempat yang tepat bagi mimpi-mimpinya. Ditambah lagi pengaruh istrinya yang manja dan egois. masalah bertambah pelik ketika sibungsu Jagadish dikeluarkan dari kampus dan tidak akan pernah bisa melanjutkan kuliahnya di universitas manapun, karena ketahuan membobol situs kampus dan mengubah nilai-nilai siswa. Jagadish melakukan itu demi solidaritas pada sahabatnya yang justru mengadukannya kepada rektor. Ditengah kekecewaannya pada Jay dan kemarahan pada Jagadish, om akhirnya mengusir Jagadish dari rumah. Ibu mereka hanya bisa menagis karena ia tahu bagaimana pengorbanan yang telah dilakukan Om untuk adik-adiknya.
Masalah belum tuntas, karena Om harus membayar uang aayang dipinjam pada temannya untuk kuliah Jay, yang jumlahnya sangat banyak. Untuk itu mereka harus kehilangan rumah, peninggalan satu-satunya ayah mereka dan dipecat dari perusahaan.
Om akhirnya berjuang merintis usaha sendiri dengan bantuan dari para mantan "penjahat teri". Bersama mereka memulai sebuah perusahaan musik baru dengan dukungan penuh dari istri dan ibunya.
Jay dan Jagadish yang mendengar berita ini merasa sangat bersalah. Masing-masing ketiga kakak beradik ini berusdaha untuk merebut rumah mereka kembali dengan caranya masing-masing.

Minggu, 19 September 2010

The End Begin...

Akhirnya saat itu datang, dan aku tidak memiliki pertahanan apa-apa lagi. Aku harus mengambil keputusan, keputusan yang seharusnya sudah kulakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Ya, aku harus keluar dari bangku kuliah. Aku harus memulai semuanya dari awal lagi dan tentu saja tanpa embel-embel "kuliah". Aku kalah, kalah oleh takdir.
Tapi aku belum menyerah, ini hanya awal dari babak baru dari kehidupanku. Dan aku berjanji mulai detik ini, aku akan bertindak lebih realistis. Aku bukannya gagal, aku hanya merencenakan rencana B dalam hidupku. Yaitu berhenti kuliah, mencari pekerjaan, mengumpulkan modal, dan membuat usaha sendiri, dan....
Add caption
Ini hanya sebuah awal, awal dari sebuah akhir kekeliuranku menilai hidup. Di usia yang lewat dua puluh ini, kuharap ini merupakan keputusan terbaik. Walau aku tahu ini tak mudah,

Rabu, 14 Juli 2010

Fiqih Puasa

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Dr. Yusuf Qardawi
Buku fiqih puasa karangan Dr. Yusuf Qardawi ini merupakan referensi lengkap mengenai ibadah puasa. Dari mulai kapan puasa diwajibkan sampai pada puasa-puasa bid’ah yang tidak ada dasar hadistnya. Yusuf Qardawi juga melengkapi hadistnya dengan redaksi hadist yang sangat banyak dan dijelaskan keshahihannya.
Dengan membaca buku ini, kita akan mengetahui bahwa ibadah puasa di bulan ramadhan baru diwajibkan pada tahun kedua hijriah, mengenai penetapan hokum ini pun puasa mengalami dua tahapan, yaitu :
• Tahapan pilihan, pada tahap ini seorang mukallaf diberi pilihan untuk menunaikan ibadah puasa atau cukup dengan membayar fidyah
• Tahapan pewajiban, pada tahap ini tolerans mengenai ibadah puasa yang ditetapkan pada ayat sebelumnya dihapuskan. Tahap pewajiban ini pun dilakukan dalam dua periode yaitu mula-mula berupa pemaksaan dan selanjutnya dengan keringanan dan kasih saying.

Dalam buku ini juga dijelaskan mengapa bulan ramadhan mengikut bulan qomariah dan bukannya bulan masehi. Hal ini dikarenakan keadlan dalam islam, bila bulan ramadhan mengikuti kalender masehi. Maka bulan ramadhan akan jatuh mengikuti perkembangan musim yang teratur. Akibatnya di salah satu belahan bumi, bulan puasa akan selalu terjadi pada musim dingin yang malamnya jauh lebih panjang dari siang. Sementara itu dibelahan lain terjadi sebaliknya. Dengan mengikuti kalender bulan (hijriah) hakl ini tidak terjadi, setiap daerah di bumi mengalami Ramadan di berbagai musim bergantian tiap tahunnya.
Mengenai penetapan masuknya bulan ramadhan pun juga dijelaskan, penetapan ini dilakukan melalui tiga cara :
• Ru’yah hilal
• Menyempurnakan syaban tiga puluh hari
• Memperkirakan hilal
Buku ini juga menjelaskan fatwa-fatwa konvensional mengenai hal-hal yang belum pernah terjadi di zaman nabi, seperti minum obat penunda haid bagi perempuan.
Pokoknya mengenai kelengkapan referensi, buku ini merupakan yang terbaik. Disini kita juga paham mengenai kapan batas niat puasa harus dilafadzkan. Dan juga kapan berbuka malah merupakan suatu kewajiban dalam kondisi tertentu.
Yang paling menarik adalah pembahasan mengenai puasa-puasa makruh yang selama ini sering kita lakukan, seperti puasa pada hari isra’ mi;raj atau pada hari kelahiran nabi.
Narasi buku ini juga cukup mudah dipahami. Namun sayangnya, bahasa buku ini terlalu kaku. Tak ubahnya seperti membaca sebuah buku kuliah. Bukan masalah sebenarnya, karena hamper setiap buku fiqih seperti ini. Hanya saja mungkn akan lebih menarik bila diseling dengan sedikit ilustrasi.
Terlepas dari kekurangannya buku ini merupakan referensi yang pas mengena ibadah puasa. Dan sepertinya pantas menjadi bacan wajib untuk sebagai persiapan ilmu menyambut bulan Ramadan tahun ini.

Senin, 12 Juli 2010

Crash

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Crash adalah salah satu film hollywood terbaik menurut saya selain "Pride and Prejudice" dan "Pursit of Happiness", walaupun sering sekali terlontar kata-kata kasar dari para tokohnya. Jadi film ini bukan ditujukan untuk anak-anak, terlebih lagi karena konflliknya yang kompleks yaitu membahas isu rasis dan prasangka di Amerika.
Dalam film ini diceritakan beberapa karakter yang tidak saling kenal, namun memiliki satu masalah yang sama, yaitu rasis dan prasangka. Ada seorang wanita kulit hitam (Tandie Newton) yang mengalami pelecehan sexual ketika mobil yang ia tumpangi bersama sang suami dicegat dua polisi kulit putih (Matt Dillon dan Ryan Philippe). Hal ini membuat hubungan kedua suami istri tersebut retak, karena sang suami (Terrence Howard) hanya diam saja ketika istrinya dilecehkan, karena tidak mau mencari masalah. Namun pada suatu kesempatan, wanita tersebut justru ditolong oleh polisi yang telah melecehkannya sampai membahayakan nyawanya dalam sebuah kecelakaan.
Selain itu juga ada seorang polisi muda yang bersih dari rasis (Ryan Philippe), namun diakhir kisah tanpa sengaja ia justru membunuh seorang pemuda kulit hitam. Disini juga diperlihatkan diskriminasi terhadap keturunan arab pasca peristiwa 9/11. Dan di film ini juga dapat disaksikan aktingnya Sandra Bullock dan Brendan Fraser. Disini mereka berperan sebagai sepasang suami istri yang mobilnya diculik pemuda kulit hitam (Ludacris).
Secara keseluruhan film ini sangat bagus menurut saya pribadi, jadi wajar saja film ini menyandang tiga piala oscar. Setelah sebelumnya orang-orang lebih menjagokan 'Brokeback Mountain".

Sabtu, 10 Juli 2010

...dan siapa yang main api akan terbakar (just a tough)

Percaya atau tidak, ketika akan melakukan suatu tindakan yang "berbahaya" dan bertentangan dengan nilai-nilai atau superego. Maka alam bawah sadar kita akan mengirimkan peringatan-peringatan berupa kegelisahan dan kecemasan. Konflik batin ini akan terjadi sampai ada pemenangnya, nafsu (id) atau norna-norma (superego). Yang nantinya logika (ego) akan menentukan dan takluk pada pemenangnya.
Jadi, ketika selebritis kita yang sedang ditimpa masalah itu memulai skandal mereka, sebenarnya sudah terjadi konflik dalam diri mereka pribadi.Ktika akhirnya logika mereka kalah dan tak berdaya maka perbuatan itu akhirnya terjadi. Namun, konflik tersebut tidak berhenti sampai disini, sebagai orang yang memiliki niulai-nilai ketimuran mereka akan terus dihantui nilai-nilai itu hingga membuat mereka tidak tenang. Walaupun hal itu tidak terlihat secara eksplisit namun sesungguhnya konflik alam bawah sadar mereka belum selesai.
Bila kita hubungkan dengan apa yang terjadi pada Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Dapat diperkirakan bahwa ketika peristiwa itu terjadi, sebenarnya alam bawah sadar mereka telah memberi peringatan. Sampai ketika video tersebut sampai ke publik, timbullah penyesalan. Namun, mungkin sudah terlambat. Karena siapa yang main api pada bila tidak hati-hati akan terbakar juga. Akan tetapi patut diacungi jempol kebesaran jiwa mereka untuk meminta maaf kepada publik. Untuk pertama kalinya selebritis di Indonesia melakukan hal tersebut.
Meski demikian, mereka tetap harus menaggung akibat dari perbuatan mereka tersebut. Kalau boleh saya bilang, tanpa proses hukum pun, ganjaran yang sudah mereka sudah sangat berat. Berupa konflik dalam diri mereka sendiri (penyesalan) dan "hukum" dari masayarakat.
Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran, bukan cuma untuk para selebritis tapi kita semua. Sebagai seorang islam kita sudah punya pegangan kuat sebenarnya, tinggal bagaimana kita memelihara pegangan (iman)  itu supaya menjadi kuat atau tidak berdaya sama sekali.

Rabu, 07 Juli 2010

Pesantren Alam PKPU

Alhamdulillah, tanggal dua sampai empat juli kemarin saya berkesempatan mengikuti kemah cerdas ceria bersama pkpu cabang sumbagut (bukittinggi). Bersama teman-teman lainnya saya ditugaskan jadi kakak asuh yang akan bertanggung jawap terhadap beberapa peseerta yang mayoritas berasal dari kaum dhuafa. Acara yang sudah ketiga kalinya ini diadakan memang merupakan salah satu program tahunan pkpu di bidang pendidikan.
Konsep acaranya memadukan pembekalan ilmu dengan permainan dan outbond, seperti pesantren alam. Disini anak-anak dari kelas tiga SD sampai tiga SMP itu bisa ikut merasakan bagaimana rasanya menaiki flying fox dan berbagai permainan lainnya. PKPU tidak memungut biaya dari para peserta dhuafa yang menjadi bianaannya.Biaya pendaftaran hanya diminta dari peserta umum.
Secara keseluruhan acaranya berjalan sangat lancar dan kita bisa melihat langsung keceriaan di wajah para peserta. Memang ada beberapa anak yang awalnya sulit membaur bersama teman-temannya, namun itu hanya terjadi pada awal-awal saja. Selanjutnya mereka sudah membaur satu sama lain.
Yang dapat mengambil manfaat dari acara ini bukan cuma para peserta, tapi semua iorang yan terlibat. Alhamdulillah saya lebih mengerti anak-anak dan memotivasi juga buat lebih meningkatkan ibadah. Bagaimana tidak?? Beberapa peserta yang ikut ternyata sudah hapal al-quran sampai dua juz. Padahal mereka baru kelas empat SD. Jadi malu sendiri...
Mudah-mudahan acara ini akan lebih meriah lagi tahun depan, dan buat bapak-bapak dan kakak-kakak di Pkpu tetap semangat!!!

Sabtu, 05 Juni 2010

Bulan Mati di Javasche Orange

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Afifah Afrah Amatullah
Beberapa waktu lalu saya mengunjungi toko buku langganan saya. Seperti biasa mbak-mbak yang jaga disitu merekomendasikan beberapa buku baru. Namun mata saya tertuju pada sebuah rak yang belum pernah saya "acak-acak", disitu saya melihat ada beberapa novel agak lama. Sepertinya menarik. Lalu mata saya tertuju pada sebuah buku dengan cover menarik berjudul "PELURU DI MATAMU". Saya tertarik dan ingin membelinya, tapi disitu tertulis buku ketiga dari sebuah trilogi. Saya jadi makin tertarik dan meminta mbak disitu mencari buku pertamanya. Akhirnya saya menemukan buku berjudul "BULAN MATI DI JAVASCHE ORANGE".
Menurut saya buku ini keren banget, berlatar sejarah di Indonesia saat penjajahan Belanda. Di novel epik ini, terdapat beberapa tokoh utama. Ada Mahmud, pemuda blasteran Turki dan Inggris yang baru masuk Islam dan terjebak dalam konflik di Indonesia. Ada juga Johana Alexander putri Belanda, yang kemudian menjadi nyonya Mahmud, ada juga Hamzah pribumi alim yang berwajah Belanda.
Saya sudah tidak sabar membaca kelanjutannya " SYAHID SAMURAI"

Selasa, 16 Maret 2010

Titik Nadir

Ketika manusia berada di titik nadir kehidupannya, hanya ada dua kemungkinan. Dia mampu menemukan jalan untuk keluar dari titik nadir tersebut dan menjadi seorang juara. Atau ia akan makin terpuruk dengan keadaan itu dan selamanya jadi pecundang.
Semua orang pasti pernah berada dalam keadaan ini, hanya saja mereka memiliki cara yang berbeda ketika berada dalam situasi ini. Namun nasehat yang paling umum didengar adalah untuk "sabar", "tawakkal" beserta kawan-kawannya, seperri yang saya baca di blog salah satu rekan. Sederhana sekali memang, namun menjadi sesuatu yang sangat luar biasa ketika harus diamalkan.
Bagaimanapun ketika menghadapi keadaan ini, kita semua pasti berusaha untuk keluar dari situasi tersebut. Namun tidak ada yang bisa menjamin, kita telah menempuh jalan yang pas atau tidak sehingga nanti menentukan kita akan menjadi "the winner" atau "a truly looser".
Bila semua kata-kata motivasi dan nasehat tidak ada pengaruhnya lagi, adakah hal lain yang bisa ditawarkan?

Senin, 01 Maret 2010

Mempertahankan Niat

Kita semua pasti sangat akrab dengan kisah mengenai seorang laki-laki yang berusaha menghentikan kesyirikan didesanya. Yaitu dengan menebang pohon yang dikeramatkan oleh orang kampungnya, pada saat itu niatnya hanya satu yaitu ingin menghentikan kesyirikan itu. Maka dengan mudah ia bisa mengalahkan setan penunggu pohon itu. Namun setan itu dengan licik membuat "sebuah perjanjian" dengan sang lelaki, bila laki-laki itu tidak jadi menebang pohon tersebut ia akan menemukan uang dibawah bantalnya setiap hari. Akhirnya laki-laki itu tergoda dengan tawaran setan tersebut.
Hingga pada suatu hari ia tidak lagi menemukan uang dibawah bantalnya. Ia merasa setan itu telah berbohong dan dengan murka kembali berniat menebang pohon itu, namun kali ini ia berhasil dikalahkan oleh setan penunggu pohon. Karena niatnya sekarang bukan lagi untuk menghentikan kesyirikan yang disebabkan pohon itu tetapi karena marah sebab setan telah membohongi janjinya.
Suka atau tidak tabiat laki-laki dalam cerita diatas sepertinya memang sudah menggambarkan tabiat manusia sesungguhnya. Betapa begitu mudahnya keyakinan kita goyah hingga pada akhirnya menyimpang dari niat sebelumnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering menghadapi hal ini. Walaupun tidak sampai membelot terlalu jauh dari niat awal, niat kita seringkali bercabang ditengah jalan disebabkan banyaknya godaan.
Misalnya kebiasaan membaca al-quran sehabis magrib. pada saat ada tamu yang datang, kita sengaja membaca dengan irama yang lebih dimerdukan, lebih pelan, karena niat yang sudah bercabang yaitu selain mengharapkan pahala Allah juga "mengharap" pujian dari orang lain yang pada akhirnya menodai hati kita dengan sikap ria.
Karena itu, mempertahan niat agar tetap lurus sampai keujung dan tidak bengkok ataupun bercabang merupakan hal yang sangat sulit. Sungguh hanya orang-orang yang mempertahankan iman dan idealismenyalah yang sanggup melakukan hal itu. Dan kita harap bahwa bapak-bapak wakil kita di DPR pun demikian. Niat yang lurus pada awalnya untuk melindungi hak-hak rakyat dan sebagai kontrol dari kebijakan pemerintahan jangan sampai bengkok atau bercabang juga. Jangan sampai membelot dari niat awal dan jangan pula bercabang dengan kepentingan-kepentingan pribadi yang pada akhirnya mempertaruhkan idealisme sendiri.
Selamat berjuang pak, sungguh tugas yang bapak-bapak emban sangatlah berat! 

Minggu, 21 Februari 2010

...minder berdo'a

Setiap kali sehabis shalat, saya telah mempersiapkan banyak hal yang ingin saya "adukan" padanya. Tentang susahnya saya jadi orang yang istiqamah, masalah-masalah yang saya hadapi sehari-hari, bahkan sampai hal-hal yang sepele. Saya ingin sekali menceritakan semuanya, tapi kemudian saya berpikir bahwa Ia adalah yang Maha Tahu. Ia tahu apa yang saya alami dan saya rasakan. Jadi saya tidak jadi mencurahkan semua perasaan saya.
Lalu saya ingin sekali memohon pada Nya agar dimudahkan semua urusan saya.  Berdo'a agar diberi kemudahan dan ditambah rezekinya. Namun lagi-lagi saya urungkan hal itu, karena tiba-tiba saya merasa "tidak pantas". Saya merasa jadi orang yang egois, karena selalu meminta padanya padahal perintahnya tak sempurna saya kerjakan. Begitulah seterusnya tiap kali saya habis shalat, makanya seringkali saya langsung "udahan" ketika selesai berdzikir dan membaca doa'2 pendek berbahasa arab yang saya pelajari ketika di Surau dulu.
Setelah itu saya merasa menyesal lagi kenapa tidak memohon saja padaNya, saya sadar bahwa Allah itu Maha Penyayang, Maha Pemurah. Tapi saya telah berburuk sangka pada Nya. Namun perasaan itu selalu saya rasakan ketika selesai shalat. Saya bahkan belum pernah menangis dalam shalat.
Saya selalu mencari tahu hal ini, sampai akhirnya saya berpikir hal itu saya rasakan karena hati saya yang belum benar-benar bersih. Saya shalat, tetapi saya mengangggap itu sebatas kewajiban dan sebuah "utang' yang harus saya bayar. Karenanya saya selalu minder untuk bercerita dan berkeluh kesah padaNya. Saya selalu berusaha mengubah hal ini, tetapi kenapa susah sekali ya???!??

Jumat, 29 Januari 2010

someplace called home

i always dream on a time while all emotion come a lot.
happyness, fear, the braveness, love, jelouss, and so on
the complex feeling i felt
make a sensation which i can't descript it
remaining all mycildhood,
when i grew up as a teen
where i first time try to walk by myself
remaining someplace where i can share all myfear
someplace where i can show all of my affection
someplace i call home,
where myfamily sit down together and we talk about "something nonsense"
it's all the sweet moment which impossible to be forgotten
and now, i don't know where i can go home
how came, if i "come home" to someplace where there is no mom, father, grandma and my sweet sis,..
all thing had to be changed friend,
but, am i false if i always remaining that,
i wanna go home
i love you
my all...

Minggu, 17 Januari 2010

Cinta Seekor Induk Kucing

Kasih ibu sepanjang masa. Bukan cuma ibu manusia, tapi juga begitu yang dialami seekor kucing. Di rumah tante saya, terdapat seekor induk kucing. Suatu ketika saya mengambil sesuatu di kamar yang telah digunakan sebagai gudang. Kamar itu tak pernah dikunci, hanya ditutup tapi tidak terlalu rapat. Sehingga masih bisa dilalui seekor kucing. Saat telah mendapat apa yang saya cari, saya menutup pintu itu.
Sorenya si kucing betina mengeong-ngeong keras. Suaranya terdengar sampai kedepan. Begitu mencari sumber suara, saya menemukannya mondar mandir didepan pintu kamar itu sambil terus mengeong keras. Saat itulah saya juga mendengar suara anak-anak kucing dari dalam kamar. Saya baru sadar ternyata kucing tersebut melahirkan anaknya di "gudang" itu. Saya buru-buru membuka pinta kamar itu. Dan induk kucing langsung berlari jauh kesudut kamar tempat tumpukan baju-baju yang tak terpakai. Ia menyembunyikan anaknya disana.
Saya mengintip anak-anaknya. Berjumlah 5 ekor dengan mata yang masih tertutup. Induk kucing mengeong lagi, mungkin tidak ingin diganggu.