Sabtu, 29 Agustus 2009

Proklamasi, Merdeka ditengah Ramadan

Tanpa terasa sudah seminggu kita melakukan ibadah ramadan. Artinya udah seminggu ni juga kita duel dengan yang namanya hawa nafsu. Mudah-mudahan jadi pemenang. Tapi ngomong-ngomong soal kemenangan jadi ingat kemenangan-kemenangan apa saja yang pernah terjadi di bulan suci ini.
Yang paling diinget nih, yang baru aja berlalu beberapa minggu terakhir. Yap, tepat banget kalo yang kita bahas ini adalah proklamasi kemerdekan bangsa Indonesia. Delapan windu yang lalu, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekan Indonesia. Dan mereka sedang melakukan ibadah saum Ramadan. Karena memang 17 agustus 1945 ini bertepatan dengan 9 ramadan 1367 H. Jadi dua hari lagi kalo berdasarkan kalender Qomaryah, kita mestinya merayakan kemerdekan.
Hal ini dengan tegas menyindir komentar2 yang menyatakan Ramadan tuh identik dengan akreatifitas. Karena bawannya capek melulu. Lah, kakek-kakek kita bisa mendapatkan kemerdekaan Indonesia dari bule-bule itu masak kita kalah sama capek.
Bukan cuma itu, di awal perintah puasa, Rasul juga sudah berperang melawan kafir Quraysi dan menang. Padahal kita kalah dalam jumlah prajurit. Nggak salah dong kalau ramadan disebut bulan penuh berkah.
Selain itu, juga ada peristiwa fathul Mekah dan Ain Jalut. Semuanya terjadi dibulan ini. Apalagi pada peristiwa Ain Jalut, dibawah kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi tentara Islam berhasil menorehkan malu pada tentara Mongol. Hebat bukan!
Jadi, apa nih kemenangan yang udah dicapai di bulan Ramadan ini?

Minggu, 23 Agustus 2009

Kecolongan (lagi??)

Malaysia mencatut tari pendet dalam iklan pariwisatanya. Masyarakat Bali pun protes karena tari pendet sudah menjadi budaya masyarakat Bali selama ratusan tahun.(detiknews )
Untuk kesekian kalinya Malaisya mengklaim budaya Indonesia. Setelah sebelumnya secara berturut-turut, Malaisya mengklaim lagu " rasa   sayange", batik, angklung, bunga raflessia arnoldy, rendang padang, dan reog ponorogo. Kita tentu juga tidak lupa dengan sengketa pulau Hambalat yang dimenangkan Malaisya.
Sekarang giliran tari pendet dari Bali, yang notabene pada awlnya diciptakan untuk pemujaan pada para dewa. (Coba kaitkan dengan kebudayaan Malaisya ). Barulah pada tahun 1961, tari pendet dibuat untuk pertunjukan.
Kesalahan kita adalah "baru menjerit ketika telah tergigit". Setelah terjadi baru kita melancangkan protes dan sebagainya. Coba bandingkan dengan sengketa hambalat dimana pihak Malaisya telah mengubah tempat itu menjadi resort yang menarik wisatawan. Tentu saja hal ini menguatkan kredibilitasnya. Makanya kita sering kali kecolongan.
Jadi, mulai sekarang harus dijaga bener-nbener tuh budaya yag udah ada.

gambar dali : babadbali.com

Jumat, 21 Agustus 2009

Rindu Ini Masih Milikmu

Ketika dulu, saya  berpikir untuk hijrah sejauh-jauhnya dari kampung halaman. Merasakan puasa dan lebaran di negeri orang. Saya ingin segera menyelesaikan SMA supaya saya bisa pergi melanglang buana. Jauh, jauh sekali. Karena itu saya selalu berambisi untuk kuliah diluar Sumatra. Untuk itu saya belajar mati-matian demi mencapai tujuan saya itu.
Ketika akhirnya kesempatan itu ada, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Sehingga saya tidak mungkin punya biaya untuk melanjutkan studi di kota-kota besar.  Saya pun tak mungkin mengharapkan beasiswa, karena intelegensi saya pun biasa-biasa saja.
Sehingga saat mengikuti SPMB, pilihan saya pun hanya tertuju pada Universitas-universitas di propinsi. Saat itusaya merasa sebagai Pecundang sebenarnya. Karena saya sadar, saya tidak punya satu hal yang sangat penting. Yaitu "keberanian". Di tengah mimpi-mimpi saya, saya merasa belum siap kalau nanti kenyataannya tidak seperti yang saya harapkan.
Sampai saya kuliah di salah satu PTN di propinsi saya, saya tetap merasa sebagai pecundang. Dari tempat tinggal saya ke kampus hanya memakan waktu kurang lebih tiga setengah jam. Sehingga walaupun indekost di kota tempat kampus saya, Saya tetap tak akan jauh dari kampung halaman saya. Saya akan tetap menghabiskan lebaran di sana.
                                          
Sekarang tahun kedua saya kuliah. Seperti yang dibayangkan, saya tetap liburan dan puasa pertama di kampung halaman saya. Tapi, ramadhan sekarang karena suatu hal saya tidak bisa puasa di kampung. Entah kenapa saya merasa ada yang kurang, ada sebuah kerinduan. Saya ingi sahur pertama kali bersama keluarga saya. Padahal, kejadian itu belum terjadi. Karena puasa baru dimulai esok harinya. Saya ingin menangis,,,(mungkin orang-orang di perantauan lebih sedih lagi dari saya)
Ternyata saya belum siap meninggalkan kampung halaman saya.Bahkan untuk jarak tiga setengah jam perjalanan. Saya merindukan tempat yang selama ini menjadi saksi perkembangan saya. Rindu rumah yang menyebabkan saya bisa berbangga hati menyebut "pulang".
Saya malah bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk menyilau kampung halaman saya kapanpun saya mau. Sebelum akhirnya saya benar-benar harus meninggalkan tanah ini untuk mengadu nasib. Saya tidak lagi merasa sebagai pecundang, Karena Universitas tempat saya kuliah pun bagus dan favorit.
Dalam hal ini saya belajar, " pendidikan yang bagus bukan cuma di kota-kota besar "


Untuk kampung halaman tercinta :"rindu ini masih milikmu"

Jumat, 14 Agustus 2009

Balimau, menyucikan diri sebelum Ramadhan

Dalam, masyarakat kita terdapat berbagai tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Begitu juga yang terjadi di ranah minang, diantaranya ada yang disebut balimau dan makan-makan.
Balimau adalah mandi menyucikan diri sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dulunya orang-orang mandi di pancuran dengan disertai bunga-bungaan ditambah daun pandan. Sampai sekarang, walaupun sudah ada wangi-wangian yang lebih praktis. Memakai bunga-bungaan tetap merupakan suatu menu wajib.
Sekarang, biasanya tempat wisata menjadi destinasi utama dalam balimau. Makanya tempat-tempat pemandian akan padat pengnjung menjelang ramadhan.

gambar dari: padang-today.com




Minggu, 09 Agustus 2009

Tentang kuda laut dan cinta sejati

Mimi Lan Mintuna
Pada salah satu suku bangsa kita terdapat tradisi mengucapkan selamat kepada pengantin baru dan mendoakan mereka supaya perkawinannya langgeng dan bertahan bak "mimi lan mintuna" (seperti mimi dan mintuna).
Mimi dan mintuna adalah sepasang kuda laut (hyppocampus sp) yang dulu sempat menjadi lambang pertamina---tanya kenapa?--- Konon, bila si mimi mati si mintuna jga ikut-ikutan mati. Seperti sepasang "soulmate", makanya si mimi dan mintuna ini sering bnget jadi lambang cinta. Cinta sehidup semati !

Tentang Cinta
Tapi apa cinta harus seperti itu? Bagaimana kalau ternyata pasangannya itu pemabuk lalu meninggal. Apa kekasih yang ditinggalkan juga harus ikut-ikutan mabuk lalu meningal dan bertemu di akhirat? Saya tahu ungkapan seperti mimi dan mintuna ini mungkin hanya untuk memotivasi para pengantin baru untuk mempertahankan pernikahan mereka kelak. Tapi saya jadi tergerak mencari tahu seperti apa cinta sejati sesungguhnya.
Cinta adalah sesuatu yang sulit didefinisikan, secara psikologis cinta merupakan suatu emosi yang kompleks. Didalamnya terdapat emosi bahagia, sedih, cemburu dan sebagainya.
Tapi seringkali cinta dihubungkan dengan syahwat. Seperti yang terdapat dalam mitologi Yunani. Konon Cupid, sang dewa cinta akan tetap bertubuh bocah bila ia berada jauh dari saudaranya Eros yang merupakan perlambang dari nafsu. 

Cinta sejati menurut Islam
Seperti yang dikutip dari situs http://www.adriandw.com, cinta sejati menurut islam (konteksnya antar manusia) adalah :
  1. Cinta tersebut karena Allah SWT
  2. Memenuhi segala aturan yang dibuat Allah SWT
  3. Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga cinta yang hanya boleh ada dalam pernikahan dan hanya dengan orang yang dinikahi
  4. Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi
Kembali lagi kemasalah si Mimin dan Mintuna tadi, jelas konyol sekali bila kita harus persis sama dengan mereka. Bagaimanapun ungkapan itu seperti dijelaskan tadi hanya untuk memotivasi manten untuk memperjuangkan pernikahan kelak.
Cinta sehidup semati adalah ketika sepasang suami istri saling mengasihi di dunia juga sama-sama berjuang untuk kepentingan akhirat. Hal ini tentu saj dilakukan dengan menjalankan syariat. Disinilah tanggung jawab suami untuk membimbing istrinya. Kalau sudah begini mufah-mudahan bisa jodoh juga di akhirat.
Bagaimanapun, cintakita kepada pasangan tidak boleh melampaui rasa cinta kepada yang menciptakan rasa cinta itu sendiri. 








Kamis, 06 Agustus 2009

Jangan Pakai Kata "mosque"

Kata "mosque" merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada tempat ibadah orang Islam. Menurut kamus-kamus populer di Barat semacam yang dikeluarkan Oxford kata ini mulai digunakan sejak tahun 1902.
Namun, fakta baru ditemukan oleh Yahiya Emerick. Seorang Amerika Latin yang menjadi muallaf pada tahun 1989. Dalam bukunya "The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam", ia mengemukakan kata mosque sudah digunakan sejak masa perang salib.
Kala itu panglima Shalahuddin Al Ayyubi memimpin beribu-ribu tentara islam. Melihat hal ini, ternyata Raja Ferdinand sedikit kecut juga mengahadapi tentara Islam yang ia sebut "mosqueto" itu yang berarti pasukan nyamuk. Untuk itu ia melihat langsung tempat perkumpulan "tentara nyamuk" tersebut --------> mesjid. Yang kemudian ia sebut mosque (sarang nyamuk).
Hal ini jelas-jelas tujuannya untuk menghina Islam, Karena itu dalam bukunya ini Yahiya juga menyarankan untuk tidak menggunakan kata "mosque" lagi. Sebaiknya pakai kata mesjid saja.
source: annida

Selasa, 04 Agustus 2009

info: masuk angin

Biasanya ketika berjalan-jalan pada malam hari, atau ketika cuaca dingin kita cenderung mengalami apa yang disebut  "masuk angin". Selama ini terjadi miss perception tentang masuk angin ini. Kepercayaan umum mengatakan ketika bertandang pada malam hari, angin masuk melalui pori-pori tubuh. Faktanya hal itu hampir mustahil.
Dalam istilah kedokteran, istilah ini memang tidak ada.
Cuaca yang dingin, seperti pada malam hari menimbulkan mekanisme ynag disebut "vasoconstriction" (penyempitan). Yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga mengahambat pengeluaran kalori yang berlebihan. Akibatnya tubuh tetap hangat.
Tapi vasoconstriction ini juga menyababkan peredaran tubuh kurang lancar, sehingga hasil metabolisme dan asam laktat terakumulasi pada otot akibatnya jadi pegal-pegal.
Selain itu, cuaca dingin juga menyebabkan perlambatan dari gerak peristaltik saluran cerna kita sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung di lambung yang mengakibatkan perut terasa kembung. Hal ini diperparah dengan apa yang dinamakan "aerophagi" (makan angin), yaitu masuknya angin ke saluran cerna melalui esofagus. Ini terjadi ketika kita menguap atau ngobrol ketika makan, sehingga esofagus tetap terbuka ketika kita bernafas.
Sementara itu, jamu-jamu yang beredar untuk "mengeluarkan angin" itu berfungsi mengeluarkan gas-gas yang terkurung dilambung. Sehingga kita jadi sering buang angin (kentut). Kandungan jahe didalamnya juga menghangatkan badan.