Senin, 23 Februari 2009

ibroh: perjalanan..........

         Seorang ayah bepergian bersama anaknya dengan unta yang mereka miliki. Mereka menunggangi unta tersebut berdua. Suatu ketika berpapasan dengan orang-orang dijalan, mereka mendengar orang-orang itu berujar "Tega sekali anak beranak itu, mereka menunggangi unta itu berdua. Apa mereka tidak punya rasa kasihan pada unta yang kecil itu?".
         Mendengar hal itu, sang anak berinisiatif untuk berjalan kaki saja sementara ayahnya tetap menunggangi unta tersebut. Ketika mereka berpapasan dengan orang-orang, mereka mendengar orang-orang juga membicarakan mereka."Sungguh seorang ayah yang tidak punya rasa kasihan, ia enak-enakan diatas unta sementara putranya berjalan kaki."
        Mendengar hal itu, sang ayah merasa tak enak hati. Ia memutuskan untuk berganti posisi dengan putranya. Putranya yang menunggangi unta dan ia yang berjalan kaki. Ketika mereka berpapasan dengan orang-orang, orang-orang membicarakan mereka lagi ." Dasar anak durhaka, bisa-bisanya membiarkan ayahnya tertatih-tertatih berjalan kaki".
         Mendengar hal itu, anak beranak itu merasa sangat kesal dan memutuskan untuk sama-sama berjalan kaki. Tapi kemudian mereka mendengar ocehan baru dari orang yang mereka temui. " Dasar orang-orang tolol, apa gunanya mereka membawa unta kalau akhirnya berjalan kaki juga"
          ????????( Semoga dapat diambil hikmah dari kisah diatas)

Jumat, 20 Februari 2009

info: Rahasia Senyuman

               Seorang peneliti dari Jerman telah melakukan penyelidikan tentang senyum, apakah senyum spontanitas atau senyum sopan santun. Ia memperoleh data-data, bahwa senyuman yang benar-benar senyuman karena senang itu berlangsung 7 detik, kalau senyumnya hanya satu dua detik itu senyum pura-pura, dan wajahpun tidak tampak gembira. Disamping itu juga sinar mata mengungkapkan apakah ia senyum ikhlas atau hanya senyum pura-pura karena hormat. Pada senyum spontan, sinar mata nampak berbinar da kepala pun cepat tertarik kebelakang.

Selasa, 17 Februari 2009

kisahku: balada pencari toilet

        Hidup itu bener-bener sebuah perjuangan fren............
bahkan buat sekedar mencari kamar kecil untuk melepaskan dorongan alam, setidaknya demikianlah yang saya rasakan.
        Cerutanya waktu itu saya harus mengurus kartu mahasiswa saya di kampus pusat, untuk itu saya sengaja datang pagi-pagi dari rumah untuk mencegah antrian yang nanti kepanjangan. Saya berangkat pukul 03.30 dari rumah (dari kota tempat tinggal saya butuh waktu tiga jam). Tapi karna kepagian saya tidak sempat melakukan kebiasaan saya untuk BAB (maaf) pada paginya, jadi saya kebelet setelah sampai di lokasi. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari toilet bukannya ikut antri karna emang baru akan dibuka pada pukul 08.30, tapi sudah banyak yang mengantri.
         Tapi karna saking paginya toiletnya masih dikunci sodara-sodara, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke toilet mesjid dekat kampus, udah ga tahan rasanya. Ups, lagi-lagi toiletnya masih dikunci. Untuk menumpang pada penduduk sekitar ga mungkin, malu lah.   Saya terpaksa harus ngankot segala, karna tempat umum yang memungkinkan memiliki toilet agak jauh. Tiga kali saya harus berhenti dan tidak menemukan toilet, bahkan di swalayan terdekat yang sedang direnovasi. Tapi tetap saja 'gagal', kebayang kan penderitaan saya.
         Sampai akhirnya saya berhenti di sebuah mesjid yang alhamdulillah toiletnya sudah dibuka. Kalian akan setuju kalau saya bilang kalau waktu itu syukur saya lebih dahsyat ketimbang orang yang baru saja dapat undian dua miliar.
         Tapi ternyata kata  sang garim, pompanya lagi rusak. Walhasil saya harus menimba air secara manual dulu di sumur, untung saya masih kuat nahan.
          Saya jadi agak telat dan agak lama juga ngantrinya, karna kehabisan waktu nyari toilet. Beberapa saat kemudian, teman-teman saya pun mulai berdatangan, ketika saya ceritakan hal itu mereka semua menertawai saya.
          Sudahlah.......yang jelas waktu itu saya dapat pelajaran yang cukup berharga : "Segala sesuatynya butuh perjuangan", dan itu sudah saya buktukan.

info: kekuatan sugesti

            Teman-teman, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli untuk membuktikan keampuhan sebuah obat. Penelitian ini dilakukan terhadap sekelempok orang yang menderita suatu penyakit. Kelompok ini kemudian dibagi dua, yang satu diberi obat yang katanya bisa menyembuhkan penyakit mereka. Sedangkan kelompok kedua diberi vitamin biasa yang tidak akan berefek apa-apa, tapi diberitahukan kepada mereka bahwa itu adalah obat yang bisa menyembuhkan penyakit mereka. Ternyata setelah beberapa waktu, persentase sampel yang sehat dari  kelompok 1 dan kelompok 2 sama. Melalui penelitian ini para ahli yakin bahwa yang menyembuhkan sampel tersebut bukan obat yang dikonsumsinya tapi lebih pada sugesti dari otak mereka sendiri.
            Dewasa ini beberapa penelitianpun menunjukkan bahwa otak kita memiliki kekuatan untuk memerintahkan 'hal-hal tertentu' pada anggota tubuh lainnya. Sering disebut kan mengenai "the power of will", maksudnya adalah keistimewaan yang dimiliki otak kita tadi(sugesti). Hal inilah yang memungkinkan seseorang bisa berjalan diatas bara api atau beling tanpa rasa sakit ( pada saat itu) sekalipun. Ketika mau berobat yang pertama kali dilakukan pun adalah keyakinan kita. Sebab, kalau dari awal kita sudah yakin bahwa pengobatan itu tak akan berhasil. Sudah pasti tidak akan berhasil.
            Ada sebuah hadist yang menyatakan :
"kalau kamu yakin batu itu akan memberi manfaat maka ia akan memberi manfaat"

 

Kamis, 12 Februari 2009

feature: pemuda dan perubahan

Pemuda dan Perubahan

 

  1. Tentang pemuda, mahasiswa, dan ikhwan

a)      Pemuda

Pemuda adalah kelompok umur yang dianggap berada pada rentang yang paling potensial (14-40 tahun). Pada interval usia ini, segala organ anatomi dan fisiologis tubuh berada pada titik optimal. Begitu juga halnya dengan daya intelektual dan pola piker. Berbeda dengan masa kanak-kanak geronzo, pola piker vpemuda jauh lebih rasional dan berkembang.

 Berdasarkan usia, pemuda dibagi dua kelompok yaitu:

·        Usia 14-21 tahun (remaja)

Masa ini sering disebut masa peralihan (pubertas). pada masa ini hormone-hormon yang berhubungan denganorgan reproduksi berpengaruh besar pada tingkah laku dan pola piker sipemuda.

Masih ingat lagunya Roma Irama yang berjudul “darah muda” itu, penggemar dangdut pasti lagi senyum-senyum sendiri nih .

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli
Darah muda

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Darah muda

Masa muda yang dimaksud dalam lagu ini adalah pemuda pada kelompok umur ini. Ya, memang benar pada masa ini ‘ pemuda’ cenderung emosional dan meledak-ledak. Hal ini disebabkan karena pemuda pada masa ini juga harus melakukan tugasnya yang lain, yaitu mencari identitas. Kegagalan pada tugas ini yang kemudian menciptakan pemuda-pemuda yang non-potensial.

Tapi, walaupun demikian pada masa ini pola piker sudah kriris dan konvensional.

·        Usia 22-40 tahun (dewasa awal)

    Rentang usia ini merupakan periode emas dalamn kurva perkembangan hidup manusia. Karena pada usia inilah, kematangan dari proses revolusi pikiran dan perkembangan tubuh terjadi. Sehingga penduduk pada usia ini dalam suatu Negara dianggap paling potensial.

b)      Mahasiswa

Mahasiswa  merupakan kelompok pemuda yang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi. Mahasiswa ‘diharapkan’ memiliki daya intelektual yang lebih tinggi dari pemuda kebanyakan.

c)      Ikhwan/akhwat

Ikhwan/akhwat merupakan sebutan untuk para aktitivis islam. Kelompok pemuda ini terdiri dari remaja masjid maupun organisasi/komunitas islam.

  1. Pemuda dan perubahan

Seperti dibahas sebelumnya, pemuda merupakan kelompok umur paling potensial. Pemuda mampu menggerakan suatu gerakan revolusioner. Sejarah membuktikan pemuda mampu melakukan tugasnya tersebut. Ingat reformasi? Pemuda mampu menggulingkan rezimorde baru. Ingat juga peristiwa rengasdengklok? Pemuda mampu mensugesti kaum tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sejarah juga membuktikan bahwa manusia mencapai puncak kesuksesannya pada masa muda.

Sebenarnya, dalam islam pemuda diharapkan menjadi pemimpin. Hal ini merujuk pada kondisi optimal manusia yang dibahas pada point 1. Bukankah nabi dan rasul juga diangkat pada usia yang sangat muda? Hal ini dikarenakan pemuda dipercaya mampu memimpin dan mempelopori perubahan dengan potensi yang dimilikinya.

  1. Mereka-mereka yang mencatat sejarah

 

a)      Soe Hok Gie

Soe Hok Gie (17 Desember 194216 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 19621969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya          dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

 

Catatan Seorang Demonstran

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.( wikipedia.or.id)

 

b)      Purdi E. Chandra

Purdi E Chandra lahir di Lampung 9 September 1959. Secara “tak resmi” Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di Lampung, yakni ketika dirinya beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di pasar.

Bisnis “resminya” sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni ketika ia bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama (kemudian menjadi bimbingan belajar). Waktu mendirikan bisnisnya tersebut Purdi masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 fakultas dari 2 Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Namun karena merasa “tidak mendapat apa-apa” ia nekad meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis.
Dengan “jatuh bangun” Purdi menjalankan Primagama. Dari semula hanya 1 outlet dengan hanya 2 murid, Primagama sedikit demi sedikit berkembang. Kini murid Primagama sudah menjadi lebih dari 100 ribu orang per-tahun, dengan ratusan outlet di ratusan kota di Indonesia. Karena perkembangan itu Primagama ahirnya dikukuhkan sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia oleh MURI (Museum Rekor Indonesia).
Mengenai bisnisnya, Purdi mengaku banyak belajar dari ibunya. Sementara untuk masalah kepemimpinan dan organisasi, sang ayahlah yang lebih banyak memberi bimbingan dan arahan. Bekal dari kedua orang tua Purdi tersebut semakin lengkap dengan dukungan penuh sang Istri Triningsih Kusuma Astuti dan kedua putranya Fesha maupun Zidan. Pada awal-awal berdirinya Primagama, Purdi selalu ditemani sang istri untuk berkeliling kota di seluruh Indonesia membuka cabang-cabang Primagama. Dan atas bantuan istrinya pula usaha tersebut makin berkembang.
Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti: Pendidikan Formal, Pendidikan Non-Formal, Telekomunikasi, Biro Perjalanan, Rumah Makan, Supermarket, Asuransi, Meubelair, Lapangan Golf dan lain sebagainya.
Walaupun kesibukannya sebagai entrepreneur sangat tinggi, namun jiwa organisatoris Purdi tetap disalurkan di berbagai organisasi. Tercatat Purdi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan pengurus Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) DIY. Selain itu Purdi pernah juga tercatat sebagai anggota MPR RI Utusan Daerah DIY. (sumber : www.purdiechandra.com)

Wawancara dengan Majalah BERWIRAUSAHA 22-09-200
Untuk jadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E Chandra, Dirut Yayasan Primagama.
Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses.
“Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ itu. Purdi yang lahir di Lampung 9 September 1959 memang jadi model wirausaha jalanan, plus modal nekad. la tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp.300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. la sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 200 outlet di lebih dari 106 kota. la dirikan IMKI, Restoran Sari Reja, Promarket, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta.

Grup Primagama pun merambah bidang radio,penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semua diawalkan dari keberanian mengambil risiko. Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi kepada Edy Zaqeus dan David S. Simatupang dari Majalah BERWIRAUSAHA.
Berikut petikan wawancara yang berlangsung di kantor cabang Primagama Jakarta.
Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita?

Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana.
Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart.
Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan.
Apa itu?

Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan, ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%.

Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya? Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:rec), malah ndak ada hasilnya, walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu…
Apa artinya street smart?

Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja?

Kok kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain.
Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya?

Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual.

Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school” ?
Kalau saya if you want to be rich and happy, ya…. Kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari mentrinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha.

Penelitian di Harvard begitu. Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan? Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar.
Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja.
Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu?

Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan.

Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadi nya.Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan?

Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang.
Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak?
Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan?

Sebagai entrepreneur, saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi.
Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel.
Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual bell handphone.
Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ? ndak mungkin kan
Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha.
Sejak kapan Entrepreneur University

Rabu, 04 Februari 2009

info: alasan ilmiah sorga di telapak kaki ibu

Ketika seorang sahabat bertanya kepada rasulullah "siapa orang yang harus paling dihormati didunia ini?".
maka rasul menjawab "ibumu",
"setelah itu ya rasul?"
"ibumu"
Setelah tiga kali baru rasul menjawab "ayahmu", jadi jelas ibu yang pertama kali harus dihormati.Sebenarnya hal ini dapat kita temukan alasan ilmiahnya, selain karena ibu telah mengandung kita selama sembilan dan mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan. Selain itu karena sumber pernafasan sel tubuh kita sekarang (mitokondria) berasal dari ibu(perempuan). Padahal mitokondria penting dalam proses respirasi sel. Ini sama saja berarti penyumbang kehidupan kita itu dari ibu (perempuan).
       Ketika terjadi fertilisasi (pembuahan), ekor sperma terlepas sementara kepalanya bergabung dengan ovum. Padahal mitokondria terdapat pada ekor sperma, sehingga dalam zigot hanya ada satu mitokondria yaitu dari ovum. Mitokondria ini yang nanti akan berkembang dan membelah diri bersama sel sampai terbentuk janin.
                
Mitokondria adalah badan energi sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan "gardu tenaga". "Gardu tenaga" ini mengoksidasi makanan dan mengubah energi menjadi adenosin trifosfat atau ATP. ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi termasuk sistesis enzim. Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan permukaan tempat terjadinya reaksi. (Sumber: Time Life, 1984)

Wikipedia Indonesia, (ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia;  memberi pengertian mitokondria sebagai tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Oleh karena itu mito kondria sering disebut sebagai “The Power House”.

Mitokondria merupakan penghasil (ATP) karena berfungsi untuk respirasi. Bentuk mitokondria beraneka ragam, ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket dan ada pula yang tidak beraturan. Namun secara umum dpat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya mudah berubah. Ukuran seperti bakteri dengan diameter 0,5 – 1 µm. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.

(thank's to bu ai buat informasinya)

Minggu, 01 Februari 2009

malaikat itu kau panggil ibu...............n




konon, sebelum roh ditiupkan Allah kerahim ibu
ia sempat menolak, karena ia takut ke dunia yang penuh dengan kejahatan
kemudian Allah berkata bahwa akan ada malaikat yang selalu melindungi dan menjaga roh tersebut
Kemudian ruh tersebut bertanya:"siapa ya Allah?"
Allah menjawab:" malaikatb itu kau panggil ibu..........."

info: psikologi kesurupan

     Teman-teman belakangan ini sering terjadi fenomena kesurupan massal, dari salah satu perspektif kesurupan dikaitkan dengan keberadaan jin. Akan tetapi psikologi memiliki perspektif yang lain dengan pandangan umum ini.
      Dalam sudut pandang psikologi, kesurupan disebabkan oleh kondisi bawah sadar manusia yang menguasai alam sadarnya(id menguasai siperego).
Manusia memiliki kecenderungan untuk diperhatikan, suatu ketika keinginan yang kuat mencapai puncaknya dan terjadilah fenomena kesurupan itu. Tapi perlu diingat bahwa kesurupan itu tidak dibuat-dibuat, penderita benar-benar tidak menyadari apa yang dilakukannya. Kondisi ini diperkuat dengan suggesti-sugesti tertentu. Misalnya kepercayaan bahwa pada saat haid kesurupan lebih gampang terjadi. Atau kepercayaan bahwa suatu tempat angker dan banyak jinnya. Dan yang paling berperan adalah masalah psikologis yang sedang dialami penderita. Sehingga timbul halusinasi-halusinasi yang mengacu ke arah schizopernia
   Teman-teman yang melihat orang kesurupan ini akan makin memperkuat suggesti pada dirinya, bahwa tempat tersebut benar-benar angker, ia khawatir melihat kondisi temannya itu sehingga kondisi psikologisnya jadi rapuh dan  alam bawah sadarpun menguasai alam sadarnya. Akibatnya ia ikut kesurupan, inilah kenapa kesurupan itu seperti menular.
      Kekuatan alam bawah sadar itu sangat luar biasa, itulah kenapa orang yang kesurupan sangat kuat dan harus dipegangi oleh beberapa orang. Hal ini bisa dibuktikan pada saat kita dalam kondisi terdesak, misalnya ketika dikejar anjing walaupun sedang lapar . Kita tetap mampu berlari beberapa kilometer karena alam bawah sadar kita memerintahkan untuk menyelamatkan diri.
        Ketika  dibacakan ayat-ayat suci al-quran(ruqyah) , itu berarti  kita menanamkan suggesti positif pada penderita. Asma Allah bisa mengembalikan kesadaran kembali si penderita, sehimgga alam sadarnya kembali menguasai diri nya.
         Ini merupakan kajian kesurupan dsari perspektif psikologi yang notabene berkembang di barat. Kebenarannya, wallahualam................
(dari:berbagai sumber)