Sabtu, 19 Desember 2009

a man who love the rain

I don’t know why?

But everytime i see the rain fall, i fell happy.

All of my loneliness like fall down with this.

I love it, too much…….

it’s wonder to hear the voice while it drop to land

it’s amazing to smell the land after the rain

setetes rindu

etetes rindu membasahi daun-daun hatiku

walaupun sedikit, perasaan itu masih kumiliki

begitu menyesakkan, sekaligus melegakan dahagaku,

tolong, inilah satu-satunya perasaan spiritual yang masih bercokol diraga hinaku,

ditengah topeng kemunafikanku,

ya Rabb,,,, jangan biarkan perasaan ini ikut hilang bersama noda-noda jelaga di hatiku

izinkan aku merindu Mu, itu saja………

Rabu, 16 Desember 2009

Ken Arok-Ken Dedes, Roman Epik Cinta Penuh Darah

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:wawan susetya
Membaca novel ini tak ubahnya dengan menyaksikan suatu film laga kolosal. Karena memang tiap adegan digambarkan dengan jelas. Menceritakan mengenai perjalanan hidup Ken Arok, raja Singosari yang fenomenal itu.
Terlahir sebagai anak haram yang dibuang ibunya dikuburan membuat Ken Arok diangkat sebagai anak oleh perampok. Besar di lingkungan yang kelam itu membuat Ken Arok tumbuh sebagai pribadi ugal-ugalan dan suka berjudi. Ia pun dikenal sebagai perompak yang sangat ditakuti. Namun demikian ia pribadi yang setia kawan, anti kesemena-menaan dan sangat tampan.
Diluar semua kejahatannya itu, Ken Arok memang ditakdirkan menjadi seorang raja, karena itu Dewa Wisnu mengirimkan Loh Gawe untuk melatih Ken Arok belajar darma sebagai seorang ksatria.
Ken Arok menjadi pengawal pribadi Tanggul Ametung dan istrinya Ken Dedes hingga akhirnya Ken Arok menjadi dekat dengan Ken Dedes setelah menolong Ken Dedes dari gangguan Sawung Agul. Benih-benih cinta pun tumbuh diantara mereka, selanjutnya Ken Arok akan menjalani takdirnya sebagai raja.

Senin, 14 Desember 2009

Tidak sekejam Firaun, tidak sebaik Musa

Pada zaman kekhalifan dulu, ada seorang kalifah yang sering menuai kontroversi karena kebijakannya. Banyak ulama yang memberi kritikan padanya. Namun demikian ia tetap menjalankan pemerintahan sesuai ketentuan. Suatu hari sangb khalifah tidak sengaja mendengar seorang ulama yang memberi sindiran tajam padanya ketika memberi ceramah di sebuah masjid. Saat itu khalifah terkejut, namun kemudian ia berpikir sang ulama hanya khilaf.
Berikutnya khalifah mendengar sindiran yang sama dari ulama tersebut di masjid yang lain. Tak pelak sekarang khalifah marah dan tersinggung lalu memanggil ulama tersebut.
"Apa kau tahu Musa?"
"Tentu saja yang mulia"
"Lalu apa kau lebih baik dari dia?"
Sang ulama berpikir sejenak dan berkata " tidak.........."
"kau tahu kekejaman firaun?"
Ulama itu mengangguk
"Apa aku lebih kejam dari Firaun, Firaun telah membunuh semua bayi laki-laki dan mengaku sebagai Tuhan. Apa aku lebih kejam dari dia?"
Sang ulama terdiam
"Kamu tidak lebih baik dari Musa dan aku tidak lebih kejam dari Firaun. Lalu kenapa kau tidak bisa bersikap lebih halus kepadaku?
***
Setelah itu sang ulama jadi lebih baik lagi menyampaikan kritikannya dan lebih menghormati khalifah. Ia tetap sering memberikan pengajian di masjid-masjid.
(dikutip dari "like father like son")
Ceritan ini sangat cocok sekali dengan kondisi di negara kita sekarang, bahwa ternyata tokoh-tokoh ulama seperti ini banyak sekali. Mungkin lebih baik kita menyampaikan pendapat dengan cara yang lebih baik.

Kamis, 03 Desember 2009

tentang kerinduan

Orang-orang bilang perpisahan dan pertemuan hanya merupakan masalah sudut pandang. Bila kita berada di pangkal, maka dilihat sebagai pertemuan. Namun bila kita melihat dari ujung, maka ia disebut perpisahan. Jadi tidak ada yang salah dari perpisahan, karena sesungguhnya perpisahan adalah pertemuan itu sendiri dalam paradox yang berbeda.
Harusnya begitu, namun kenapa perpisahan selalu menimbulkan dimensi yang lebih melankolis. Selalu ada haru disana. Mungkin perubahan sudut pandang yang mereka bilang itu tak ubahnya dua kutub yang sangat bertolak belakang.
Entahlah...yang jelas perpisahan menghasilkan sebuah sensasi yang luar biasa. Sensasi itu begitu meletup-letup dan baru menghilang ketika kau kembali berdiri dipangkal, kau sebut lagi pertemuan. Itulah yang disebut rindu.
Apa arti rindu bagimu? Bagiku rindu adalah suatu penantian, rindu merupakan kesetiaan, ia adalah wujud afeksi dan kasih sayang. Karenanya aku percaya bahwa pertemuan dan perpisahan adalah sama.
Mungkin benar yang dikatakan orang-orang, pertemuan dan perpisahan hanya merupakan masalah perbedaan sudut pandang. Dan kerinduan adalah benang merah yang menghubungkan keduanya.

Minggu, 15 November 2009

Tips facebook-an aman!

Masih ingat kan berita di TV baru-baru ini, ituloh tentang suami yang berantem sama istrinya lantaran si suaminya sibuk facebook-an sama cewek lain. Gak tanggung-tanggung si istri dapet bogem mentah dari suaminya yang udah kalap. Ck...CK...Tapi lain kasusnhya sama yang dialami  sama salah seorang teman, selain bisa kontak lagi sama teman-teman lama berkat facebook. Ia juga berhasil mempromosikan produk-produknya lewat facebook.
Facebook memang seperti pisau bermata dua, sisi yang satu dan yang lainnya sama-sama tajam. Keputusan tergantung pada si pemegang mau memakai sisi yang mana.
  1. batasi informasi , bukannya merahasiakan. Tapi membatasi, kita gak perlu menul;iskan bulat-bulat setiap informasi yang ada. Seorang teman sering menerima telepon dari orang asing yang pengen kenalan. Nomornya didapat dari facebook,awalnya emang seru tapi lama-lama bosan juga dan mulai ngeluh deh.
  2. ingat waktu, barangka;li hal ini yang membuat MUI kehilangan akal nih. Sampai-sampai mengeluarkan fatwa pengharaman facebook. Sebenarnya kalau bisa bagi waktu, hal ini gak bakal jadi masalah. Mending dari sekarang tentuin jadwal kapan-kapan saja buka facebook. Nggak perlu update status tiap jam kan?
  3. tunjukkan intelektualitas, daripada melaporkan tugas kuliah kamu yang menumpuk mendingan tunjukin rasa empati dan kepedulian sama fenomena-fenomena dilingkungan kamu. Ini nih yang merupakan ciri-ciri mahasiswa.
  4. hati-hati, yang sangat penting hati-hati. Buat akhwat jangan asal confirm aja, liat dulu infonya tentang yang bersangkutan. Sama friendlistnya sekalian. Kalau teman-temannya pakai bikini semua mending di ignore aja deh. Kalau udah terlanjur jadi teman dan ternyata orangnya ga beres boleh diremove koq.
  5. Manfaatin sisi positif facebook, facebook banyak sekali peminatnya diseluruh dunia , jadi kalau mau promosi produk, srategis banget kalau pakai faceboiok. Facebook juga bisa dimanfaatin buat syiar islam, dakwah online gitu!!
  6. jangan main api, bener! janga main api kalau takuit kebakar. Kayak kasus suami istri tadi.
Nah, sekarang mau memanfaatin facebook atau malah dimanfaatin!
selamat berfacebook ria, jangan lupa add

Jumat, 06 November 2009

...yang hilang ketika dewasa

Ketika kita beranjak dewasa, pikiran kita serta merta berubah. Kita jadi lebih rasional dan berpikir operasional formal (menurut piaget ). Namun selain mengalami pengetahuan-pengetahuan baru. Ternyata juga ada tingkahlaku positif yang ikut hilang. Prilaku positif masa kanak-kanak yang ikut hilang ketika kita dewasa antara lain :
  1. Polos.Ketika kita beranjak dewasa, kita mulai berpikir masalah untung rugi dan sebagainya. Sehingga segala tingkah laku kita (biasanya) bermotivasi untuk mendapat keuntungan.
  2. Rasa ingin tahu yang tinggi. Pada anak-anak, rasa ingin tahu akan hal-hal baru begitu kuat. Seringkan mendengar adek-adek dirumah bertanya banyak hal. Pada masa dewasa, keingintahuan perlahan berkurang.
  3. spontanitas. Pada masa dewasa, karena kemampuan berpikir sudah berkembang sempurna. Maka segala sesuatunya dikerjakan dengan pemikiran yang sangat masak. Berbeda dengan ketika masih kanak-kanak yang cenderung spontan.
  4. kejujuran. Anak-anak cenderung berprilaku jujur. Pada saat dewasa, kita mulai melakukan kebohongan-kebohongan. Prilaku jujur bisa bertahan sampai dewasa kalau kita memiliki konsep diri yang baik.
  5. keceriaan. Anak-anak selalu bersikap ceria. Pikiran kanak-kanaknya membuat ia melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Tentu saja hal ini tidak berlaku pada anak-anak yang mengalami kejadian luar biasa. Ketika dewasa, kita dihadapkan pada banyak masalah dalam menjalani kehidupan ini. Dan kita melihatnya dari sudut pandang orang dewasa.

Selasa, 03 November 2009

Tragedi SMS gratis

Ketika kemarin gempa mengguncang Padang dan sekitarnya. Berbagai bentuk solidaritas dikeluarkan. Termasuk yang dilakukan sama pentedia layanan seluler. Beberapa penyedia layanan telekomunikasi seluler ini memberikan layanan sms gratis kepada nomor-nomor di Sumatra Barat. Tujuannya untuk memudahkan berkomunikasi dengan saudara-saudara di Padang.
Tapi memang sudah sifatnya manusia, pasti ada saja yang dilakukan. Termasuk menghadapi sms gratis ini. Mentang-mentang gratis dipakai untuk mengirimkan sms-sms aneh ke teman-teman. Ada yang berupa anekdot, lucu-lucuan sampe sms news yang isinya ancaman. Kalo gak di forward bakal sial (saya paling gak respek sama yang beginian).
Namun, saya tergoda juga untuk ikut "berpartisipasi" menyebarkan sms guyonan itu. Walaupun sebagiannya kasar dan kurang ajar. Yang penting seru (masya Allah, saya baru nyadar sekarang kalau ternyata sudah bergembira diatas penderitaan orang lain waktu itu).
Berikutnya saya kena batunya, karena asyik-asyiknya forward. Ternyata terkirim ke orang yang sangat tidak sopan bila saya kirimkan padanya. Sms tersebut terkirim ke nomor paman saya. Padahal isinya sangat tidak sopan, dan saya mendapat ultimatum.
Dari hal ini saya mendapat pelajaran dan sangat menyesal. Saya berpikir bagaimana perasaan saudara-saudara saya sebangsa yang kena musibah jika tahu saya justru masih tertawa ketika mereka menangis. Bukannya karena tidak berempati, tapi karena tergoda sms gratis.
Mudah-mudahan mereka memaafkan saya juga teman-teman yang lain.

Sabtu, 31 Oktober 2009

Kisah Nur Muhammad dan Nur Abu Lahab

Cerita berikut memang cuman salah satu dongeng yang sering diceritain almarhumah nenek. Tapi mugkin bisa ditarik hikmahnya.
Menurut nenek, di hati setiap manusia terdapat dua nur (cahaya) yang senantia membisiki kita untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Adalah nur Muhammad yang selalu membisikkan untuk melekukan hal-hal baik dan melarang melakukan hal-hal yang tidak baik. Sebaliknya nur Abu Lahab membisiki untuk melakukan hal-hal yang menuruti nafsu semata dan melarang apa yang dibisiki Nur Muhammad.
Dalam menjalankan tugas tersebut, ada kalanya mereka saling "berbagi". Ketika seorang yang hatinya benar-benar baik maka Nur Abu Lahab selalu diabaikan dan tidak didengar. Karena itu, Nur Abu Lahab memohon kepada Nur Muhammad untuk memenangkannya sekalI dan Nur Muhammad mengabulkannya. Aklibatnya orang itu melakukan suatu kekhilafan.
Sebaliknya ketika Nur Muhammad selalu kalah, ia pun akan memohon kepada Nur Abu Lahab. Akibatnya, orang yang terkenal jahat melakukan suatu kebaikan.
Cerita ini selalu disampaikan nenek ketika masih kecil. Menurut nenek tidak ada orang yang benar-benar jahat. Ketika ada yang berbuat jahat, itu pasti karena Nur Muhammad kasihan kepada Nur Abu Lahab. Oleh sebab itu nenek tidak pernah memberi cap "jahat" kepada orang yang bahkan telah menzalimi beliau.

Jumat, 30 Oktober 2009

Hari Yang Aneh

Huufp!! Benar-benar hari yang aneh.
Dari kemarin gw udah nyari-nyari bahan buat materi kuliah hari ini. Ngopi buku, browsing plus baca-baca juga tadi malam. Gw sengaja aktifin nada dering hp supaya alarmnya bunyi. Rencana supaya bangun pagi sehingga gw bisa melakukan aktifitas tanpa harus telat kuliah (perfect plan). Gw bangun sesuai jadwal, kuliah terjadwal dengan semangat (karena udah baca). Tadinya mau siap-siap nanggapin pertanyaan (powerfull mode on). 
Eits, ternyata ada satu yang kelupaan, matii nada dering Hp. Nah, mahluk tersebut gak bisa diajak kompromi juga. Pakai acara bunyi-bunyi lagi. So, dosen yang dari awal kuliah udah nyebutin aturan-aturan kuliah sama mahasiswa "terpaksa" deh ngusir gw.
Yup, kayak di film India gw keluar pake gerakan slow motion. Saking menghayatinya jadi lupa kalau binder gw masih dikelas.
Siangnya gw minta maaf sama dosen tersebut dan karena emang pada dasarnya beliau baik, gw cuman dinasehati supaya lain kali gak ngulangin lagi. Yess, beres.
Siangnya gw kuliah lagi (powerfull mode on part II). Tiba-tiba  tuh dosen ngasih kuis, ya ada lagi yang kelupaan. Mana temen yang bawain binder gw belum dateng lagi. Padahal rencananya kemaren gw mau baca lagi di kampus aja. Alhasil, karena emang udah nervous gw cuma ngisi 3 dari 8 soal.
Pelajaran hari ini : "Terkadang kita sering melupakan hal-hal kecil karena terlalu berambisi mencapai yang lebih besar"

Minggu, 18 Oktober 2009

Makna Cinta

Dua orang sahabat sedang berbincang-bincang.
"kenapa lo senyum-senyum sendiri?"
"tadi gw liat silfi, kayaknya gw cinta ama dia"
"kenapa?"
"koq lo masih nanya, ya pastilah karna dia cantik, pinter dan keibuan. Cewek banget deh pokoqnya"
"itu bukan cinta"
"????"
"karena cinta tak pernah punya alasan. Lo gak akan pernah tau kenapa lo jatuh cinta, lo gak tau kenapa lo mencintai cinta seseorang. Itulah cinta, seperti Qais yang menjadi' majnun' (gila) sebab besarnya cinta kepada Laila"

Minggu, 11 Oktober 2009

bad feeling

Kalian pernah ngerasain nggak, suatu kondisi dimana perasaan  nggak enak banget. Ngerasa ada yang salah,  was-was, khawatir yang anehnya kalian gak ngerti kenapa. Aku ngalamin itu kemarin, aduh rasanya benar-benar gak enak lah.
Ga beberapa lama setelah ngalamin bad feeling itu sesuatu yang buruk terjadi yang bikin perasaan makin gak enak. Mungkin insting mausia bisa ngeramal apa yang bakal terjadi kali ya? Awalnya gw mikir gitu, tapi setelah baca-baca buku kuliah lagi dan brosing, pendapat tersebut jadi salah banget .
Ternyata kita semua sadar sesuatu yang buruk bakal terjadi karena kita sudah melakukan kecerobohan/kesalahan. Namun karena suatu hal kita berusaha melupakannya (repressi). Sampai pada suatu saatnya kesalahan tadi akan menimbulkan dampak. Sampai mendekati waktu itu, (kita masih lupa). Alam bawah sadar naik dan memberi peringatan "sebentar lagi akibat perbuatan kamu kemarin akan terasa". Jadilah perasaan gak enak itu.
Lagipula dalam al-quran juga dijelaskan kalau was-was alias perasaan gak enak itu datangnya dari setan.
Sekarang, aku udah paham maksud perasaa gak enak itu. Tapi ngilanginya koq susah banget ya.............

Kamis, 01 Oktober 2009

Bunyi Saluang

Untuk pertama kalinya, gempa dengan kekuatan yang sangat kuat menimpa Padang dan Pariaman. Korban jiwa ditaksir mendekati 500 jiwa. Itu belum termasuk korban yang belum terevakuasi. Media pun mulai gencar menayangkan berita mengenai hal ini.
 Pada salah satu stasiun TV berita mengenai gempa ini diiringi dengan ilustrasi musik saluang--sejenis alat musik tradisional Minang-- disertai dendangnya yang pilu. Suara saluang ini menambah lintuh hati orang yang mendengarnya.
Dibalik bunyi saluang itu, saya kembal menyusun cerita-cerita haru yang terjadi di tempat bencana. Seperti akses ke Pariaman yang masih sulit dilalui, sehingga distribusi bantua jadi terhambat. Beberapa rekan ada yang tinggal disana, dan rumahnya sudah roboh. Bahkan ada yang berjalan kaki sejauh lebih dari 2 km untuk memastikan keadaan keluarga mereka.
Ranah bundo lumpuh, bencana ini pastinya meninggalka trauma. Terutama bagi anak-anak. Namun dibalik itu semua, kasih sayang antar sesama terlihat jelas. Bagaimana Orang tua akan memperjuangkan keselamatan anaknya.
Bunyi saluang semakin menghimbau orang-orag perantauan untuk pulang. Pulang ke tempat yang kau sebut rumah.
Bunyi saluang jga menghimbau orang yang barangkali belum tergerak hatinya untuk membantu. Bunyi saluang menyampaikan apa yag dirasakan warga Padang Pariaman. Bunyi saluang menghimbau kita semua untuk turun membantu dalam bentuk apapun.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)



 

Rabu, 30 September 2009

Pada Suatu Malam Pasca Gempa

Gempa kemarin, saya berada di bus angkutan Padang-Bukittinggi. Gempa menyebabkan longsor di Silayang sehingga bus terpaksa berbalik. (sampai sekarang masih belum bisa dilalui).
Bus akhirnya memutar jalan melalui Maninjau. Beberapa penumpang memutuskan untuk turun dan kembali ke Padang.Di jalan saya melihat banyak rumah yang rusak dan bahkan roboh di sepanjang Pariaman dan Lubuk Alung. Sampai saat itu saya berpiukir bahwa pusat gempa tadi berada di pariaman.
Penumpang masih gelisah, begitu juga saya karena sinyal Hand Phone pun tak ada untuk mengabari saudara ataupun mencari kabar. Dalam situasi seperti ini masing-masing orang menjadi empati dan saling membantu.
Saya baru menemui listrik menyala di daerah Maninjau. Hujan juga masih mengguyur sejak masih di Sicincin.
Saya baru sampai rumah pukul 01 malam (padahal dari Padang jam  04 sore). Karena mengantuk saya langsung tidur bada Isya. Padahal sebenarnya waktu itu sinyal HP sudah ada, dan saya bisa mencari tahu kabar teman-teman saya.
Paginya saya melihat berita bahwa ternyata sudah ada 26 orang korban gempa dan beberapa bangunan rubuh termasuk kampus UNAND. Saya jadi khawatir dan segera menghubungi teman-teman maupun saudara yang ada disana. Tapi sinyal hp juga sudah tidak ada. Saya menyesal tidak menghubungi mereka tadi malam.
Saya juga teringat dengan ibu-ibu yang kemarin duduk disebelah saya. Ibu itu mau menghadiri pesta pernikahan saudaranya di Padang Panjang. Ia memutuskan untuk kembali ke Padang ketika gempa terjadi, karena memikirkan anak-anaknya. Saya rasa keputusan ibu tepat. Semalam saya pikir ibu itu terlalu paranoid. Tapi tadi saya lihat di berita kawasan di dekat rumahnya juga ada yang rusak parah.
Saya hanya bisa berdoa' sekarang semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah ini (termasuk ibu yang tadi) bisa tabah menghadapinya. Dan saya tahu rekan-rekan juga berharap demikian.
Amin!

Sabtu, 29 Agustus 2009

Proklamasi, Merdeka ditengah Ramadan

Tanpa terasa sudah seminggu kita melakukan ibadah ramadan. Artinya udah seminggu ni juga kita duel dengan yang namanya hawa nafsu. Mudah-mudahan jadi pemenang. Tapi ngomong-ngomong soal kemenangan jadi ingat kemenangan-kemenangan apa saja yang pernah terjadi di bulan suci ini.
Yang paling diinget nih, yang baru aja berlalu beberapa minggu terakhir. Yap, tepat banget kalo yang kita bahas ini adalah proklamasi kemerdekan bangsa Indonesia. Delapan windu yang lalu, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekan Indonesia. Dan mereka sedang melakukan ibadah saum Ramadan. Karena memang 17 agustus 1945 ini bertepatan dengan 9 ramadan 1367 H. Jadi dua hari lagi kalo berdasarkan kalender Qomaryah, kita mestinya merayakan kemerdekan.
Hal ini dengan tegas menyindir komentar2 yang menyatakan Ramadan tuh identik dengan akreatifitas. Karena bawannya capek melulu. Lah, kakek-kakek kita bisa mendapatkan kemerdekaan Indonesia dari bule-bule itu masak kita kalah sama capek.
Bukan cuma itu, di awal perintah puasa, Rasul juga sudah berperang melawan kafir Quraysi dan menang. Padahal kita kalah dalam jumlah prajurit. Nggak salah dong kalau ramadan disebut bulan penuh berkah.
Selain itu, juga ada peristiwa fathul Mekah dan Ain Jalut. Semuanya terjadi dibulan ini. Apalagi pada peristiwa Ain Jalut, dibawah kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi tentara Islam berhasil menorehkan malu pada tentara Mongol. Hebat bukan!
Jadi, apa nih kemenangan yang udah dicapai di bulan Ramadan ini?

Minggu, 23 Agustus 2009

Kecolongan (lagi??)

Malaysia mencatut tari pendet dalam iklan pariwisatanya. Masyarakat Bali pun protes karena tari pendet sudah menjadi budaya masyarakat Bali selama ratusan tahun.(detiknews )
Untuk kesekian kalinya Malaisya mengklaim budaya Indonesia. Setelah sebelumnya secara berturut-turut, Malaisya mengklaim lagu " rasa   sayange", batik, angklung, bunga raflessia arnoldy, rendang padang, dan reog ponorogo. Kita tentu juga tidak lupa dengan sengketa pulau Hambalat yang dimenangkan Malaisya.
Sekarang giliran tari pendet dari Bali, yang notabene pada awlnya diciptakan untuk pemujaan pada para dewa. (Coba kaitkan dengan kebudayaan Malaisya ). Barulah pada tahun 1961, tari pendet dibuat untuk pertunjukan.
Kesalahan kita adalah "baru menjerit ketika telah tergigit". Setelah terjadi baru kita melancangkan protes dan sebagainya. Coba bandingkan dengan sengketa hambalat dimana pihak Malaisya telah mengubah tempat itu menjadi resort yang menarik wisatawan. Tentu saja hal ini menguatkan kredibilitasnya. Makanya kita sering kali kecolongan.
Jadi, mulai sekarang harus dijaga bener-nbener tuh budaya yag udah ada.

gambar dali : babadbali.com

Jumat, 21 Agustus 2009

Rindu Ini Masih Milikmu

Ketika dulu, saya  berpikir untuk hijrah sejauh-jauhnya dari kampung halaman. Merasakan puasa dan lebaran di negeri orang. Saya ingin segera menyelesaikan SMA supaya saya bisa pergi melanglang buana. Jauh, jauh sekali. Karena itu saya selalu berambisi untuk kuliah diluar Sumatra. Untuk itu saya belajar mati-matian demi mencapai tujuan saya itu.
Ketika akhirnya kesempatan itu ada, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Sehingga saya tidak mungkin punya biaya untuk melanjutkan studi di kota-kota besar.  Saya pun tak mungkin mengharapkan beasiswa, karena intelegensi saya pun biasa-biasa saja.
Sehingga saat mengikuti SPMB, pilihan saya pun hanya tertuju pada Universitas-universitas di propinsi. Saat itusaya merasa sebagai Pecundang sebenarnya. Karena saya sadar, saya tidak punya satu hal yang sangat penting. Yaitu "keberanian". Di tengah mimpi-mimpi saya, saya merasa belum siap kalau nanti kenyataannya tidak seperti yang saya harapkan.
Sampai saya kuliah di salah satu PTN di propinsi saya, saya tetap merasa sebagai pecundang. Dari tempat tinggal saya ke kampus hanya memakan waktu kurang lebih tiga setengah jam. Sehingga walaupun indekost di kota tempat kampus saya, Saya tetap tak akan jauh dari kampung halaman saya. Saya akan tetap menghabiskan lebaran di sana.
                                          
Sekarang tahun kedua saya kuliah. Seperti yang dibayangkan, saya tetap liburan dan puasa pertama di kampung halaman saya. Tapi, ramadhan sekarang karena suatu hal saya tidak bisa puasa di kampung. Entah kenapa saya merasa ada yang kurang, ada sebuah kerinduan. Saya ingi sahur pertama kali bersama keluarga saya. Padahal, kejadian itu belum terjadi. Karena puasa baru dimulai esok harinya. Saya ingin menangis,,,(mungkin orang-orang di perantauan lebih sedih lagi dari saya)
Ternyata saya belum siap meninggalkan kampung halaman saya.Bahkan untuk jarak tiga setengah jam perjalanan. Saya merindukan tempat yang selama ini menjadi saksi perkembangan saya. Rindu rumah yang menyebabkan saya bisa berbangga hati menyebut "pulang".
Saya malah bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk menyilau kampung halaman saya kapanpun saya mau. Sebelum akhirnya saya benar-benar harus meninggalkan tanah ini untuk mengadu nasib. Saya tidak lagi merasa sebagai pecundang, Karena Universitas tempat saya kuliah pun bagus dan favorit.
Dalam hal ini saya belajar, " pendidikan yang bagus bukan cuma di kota-kota besar "


Untuk kampung halaman tercinta :"rindu ini masih milikmu"

Jumat, 14 Agustus 2009

Balimau, menyucikan diri sebelum Ramadhan

Dalam, masyarakat kita terdapat berbagai tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Begitu juga yang terjadi di ranah minang, diantaranya ada yang disebut balimau dan makan-makan.
Balimau adalah mandi menyucikan diri sebelum datangnya bulan Ramadhan. Dulunya orang-orang mandi di pancuran dengan disertai bunga-bungaan ditambah daun pandan. Sampai sekarang, walaupun sudah ada wangi-wangian yang lebih praktis. Memakai bunga-bungaan tetap merupakan suatu menu wajib.
Sekarang, biasanya tempat wisata menjadi destinasi utama dalam balimau. Makanya tempat-tempat pemandian akan padat pengnjung menjelang ramadhan.

gambar dari: padang-today.com




Minggu, 09 Agustus 2009

Tentang kuda laut dan cinta sejati

Mimi Lan Mintuna
Pada salah satu suku bangsa kita terdapat tradisi mengucapkan selamat kepada pengantin baru dan mendoakan mereka supaya perkawinannya langgeng dan bertahan bak "mimi lan mintuna" (seperti mimi dan mintuna).
Mimi dan mintuna adalah sepasang kuda laut (hyppocampus sp) yang dulu sempat menjadi lambang pertamina---tanya kenapa?--- Konon, bila si mimi mati si mintuna jga ikut-ikutan mati. Seperti sepasang "soulmate", makanya si mimi dan mintuna ini sering bnget jadi lambang cinta. Cinta sehidup semati !

Tentang Cinta
Tapi apa cinta harus seperti itu? Bagaimana kalau ternyata pasangannya itu pemabuk lalu meninggal. Apa kekasih yang ditinggalkan juga harus ikut-ikutan mabuk lalu meningal dan bertemu di akhirat? Saya tahu ungkapan seperti mimi dan mintuna ini mungkin hanya untuk memotivasi para pengantin baru untuk mempertahankan pernikahan mereka kelak. Tapi saya jadi tergerak mencari tahu seperti apa cinta sejati sesungguhnya.
Cinta adalah sesuatu yang sulit didefinisikan, secara psikologis cinta merupakan suatu emosi yang kompleks. Didalamnya terdapat emosi bahagia, sedih, cemburu dan sebagainya.
Tapi seringkali cinta dihubungkan dengan syahwat. Seperti yang terdapat dalam mitologi Yunani. Konon Cupid, sang dewa cinta akan tetap bertubuh bocah bila ia berada jauh dari saudaranya Eros yang merupakan perlambang dari nafsu. 

Cinta sejati menurut Islam
Seperti yang dikutip dari situs http://www.adriandw.com, cinta sejati menurut islam (konteksnya antar manusia) adalah :
  1. Cinta tersebut karena Allah SWT
  2. Memenuhi segala aturan yang dibuat Allah SWT
  3. Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga cinta yang hanya boleh ada dalam pernikahan dan hanya dengan orang yang dinikahi
  4. Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi
Kembali lagi kemasalah si Mimin dan Mintuna tadi, jelas konyol sekali bila kita harus persis sama dengan mereka. Bagaimanapun ungkapan itu seperti dijelaskan tadi hanya untuk memotivasi manten untuk memperjuangkan pernikahan kelak.
Cinta sehidup semati adalah ketika sepasang suami istri saling mengasihi di dunia juga sama-sama berjuang untuk kepentingan akhirat. Hal ini tentu saj dilakukan dengan menjalankan syariat. Disinilah tanggung jawab suami untuk membimbing istrinya. Kalau sudah begini mufah-mudahan bisa jodoh juga di akhirat.
Bagaimanapun, cintakita kepada pasangan tidak boleh melampaui rasa cinta kepada yang menciptakan rasa cinta itu sendiri. 








Kamis, 06 Agustus 2009

Jangan Pakai Kata "mosque"

Kata "mosque" merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada tempat ibadah orang Islam. Menurut kamus-kamus populer di Barat semacam yang dikeluarkan Oxford kata ini mulai digunakan sejak tahun 1902.
Namun, fakta baru ditemukan oleh Yahiya Emerick. Seorang Amerika Latin yang menjadi muallaf pada tahun 1989. Dalam bukunya "The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam", ia mengemukakan kata mosque sudah digunakan sejak masa perang salib.
Kala itu panglima Shalahuddin Al Ayyubi memimpin beribu-ribu tentara islam. Melihat hal ini, ternyata Raja Ferdinand sedikit kecut juga mengahadapi tentara Islam yang ia sebut "mosqueto" itu yang berarti pasukan nyamuk. Untuk itu ia melihat langsung tempat perkumpulan "tentara nyamuk" tersebut --------> mesjid. Yang kemudian ia sebut mosque (sarang nyamuk).
Hal ini jelas-jelas tujuannya untuk menghina Islam, Karena itu dalam bukunya ini Yahiya juga menyarankan untuk tidak menggunakan kata "mosque" lagi. Sebaiknya pakai kata mesjid saja.
source: annida

Selasa, 04 Agustus 2009

info: masuk angin

Biasanya ketika berjalan-jalan pada malam hari, atau ketika cuaca dingin kita cenderung mengalami apa yang disebut  "masuk angin". Selama ini terjadi miss perception tentang masuk angin ini. Kepercayaan umum mengatakan ketika bertandang pada malam hari, angin masuk melalui pori-pori tubuh. Faktanya hal itu hampir mustahil.
Dalam istilah kedokteran, istilah ini memang tidak ada.
Cuaca yang dingin, seperti pada malam hari menimbulkan mekanisme ynag disebut "vasoconstriction" (penyempitan). Yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga mengahambat pengeluaran kalori yang berlebihan. Akibatnya tubuh tetap hangat.
Tapi vasoconstriction ini juga menyababkan peredaran tubuh kurang lancar, sehingga hasil metabolisme dan asam laktat terakumulasi pada otot akibatnya jadi pegal-pegal.
Selain itu, cuaca dingin juga menyebabkan perlambatan dari gerak peristaltik saluran cerna kita sehingga gas yang ada di saluran cerna kita tertampung di lambung yang mengakibatkan perut terasa kembung. Hal ini diperparah dengan apa yang dinamakan "aerophagi" (makan angin), yaitu masuknya angin ke saluran cerna melalui esofagus. Ini terjadi ketika kita menguap atau ngobrol ketika makan, sehingga esofagus tetap terbuka ketika kita bernafas.
Sementara itu, jamu-jamu yang beredar untuk "mengeluarkan angin" itu berfungsi mengeluarkan gas-gas yang terkurung dilambung. Sehingga kita jadi sering buang angin (kentut). Kandungan jahe didalamnya juga menghangatkan badan.

Rabu, 29 Juli 2009

Demi Menonton Sinetron

SOURCE: KOMPAS, minggu 26 july 2009
Pemerintahan Korea Utara ternyata memang sangat tertutup dari negara lain. Konon,  yang berani menonton siaran-siaran dari Korea Selatan atau negara lainnya bisa dianggap residivis dan mendapat hukuman yang berat juga. Sementara acara-acara televisi di negara itu sepenuhnya dipegang oleh negara.
Namun, penduduk Korea Utara justru makin berani menyaksikan drama0drama keluaran Korea Utara tersebut. Para pedagang pun dengan beraninya memajang : "menjual vcd". Pemerintah sering mengadakan razia ke rumah-rumah. Salah seorang warga mengatakan bila petugas datang dan menemukan mereka sedang menonton sian KorSel, Mereka memberinya uang atau mengajaknya nonton bareng. Walah................sampai segitunya demi nonton sinetron.
Saya juga pernah melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC, kalau ternyata presiden KorUt sendiri pecandu film-film luar sementara ia melarang warganya menyaksikan tayangan tersebut.
Jadi, "beruntung"lah di Indonesia masih boleh bikin sinetron yang "bagus". Benar tidak????
Saya masih berharap kalau nanti masih ada drama-drama TV yang bermakna tak cuma komersil sekelas Si Doel atau Keluarga Cemara.

Minggu, 26 Juli 2009

Menunggu Film "Merantau"

Fim "Merantau" memberi warna baru pada dunia perfilman Indonesia yang belakangan ini mengalami tema yang "monoton". Beredarnya trailer film ini membuat orang harap-harap cemas, khususnya bagi masyarakat Minangkabau. Karena selain menampilkan seni beladiri tradisional Minang film ini juga mengetengahkan keelokan alam Minang yang eksotik.
Film ini semakin terasa feel-nya karena tokoh utama film ini (Iko Uwais) memang diambil langsung dari  pesilat terbaik perguruan Tiga berantai. Sebelumnya sutradara bule keturunan Inggris yang menggarap film ini (Gareth Evan), juga sudah menelorkan sebuah film dokumenter tentang silat harimau. Selain nama-nama itu, artis kawakan Crhistine Hakim juga ikut mengisi film ini sebagai ibu Yuda (diperankan Iko Uwais).
Ceritanya sendiri berkisar tentang tradisi di Minangkabau yang mengharuskan pemudanya untuk merantau. Hal inilah yang nantinya membuat Yuda datang ke Jakarta dan terlibat dengan kehidupan kelam Jakarta. Trailer film ini sudah cukup bercerita banyak tentang perkembangan ceritanya dan koreografi silatnya yang wah!!! Sedikit ada komentar miring yang menyatakan film ini terlalu ke"Thailand"an. Namun terlepas dari itu, film ini akan ikut mempromosikan Indonesia, karena tidak hanya ditayangkan di Indonesia. Pokoknya jadi tidak sabar menunggu kehadiran film ini.
Pertanyaannya, kenapa justru ide untuk mengangkat seni beladiri tradisional ini justru muncul dari Gareth Evan, bukannya dari sineas Indonesia sendiri?
Perkembangan lengkap mengenai film ini silakan cek di official site-nya : http://www.merantau-movie.com/

Selasa, 07 Juli 2009

Back to farm..............

Liburan nih, gw kere banget. Ga da duit. Jadi bingung mo ngapain. Daripada ga ngapa-in, tante gw ngajakin buat berladang. Jadi mulailah liburan yang indah dan damai ini dimulai dengan mengolah lahan yang udah jadi istananya tikus dan kawan-kawan. Capek,,,,,,,,,,,,,,tapi ngelihat ladang tetangga jadi semangat.
Setelah perjuangan yang cukup "lama", akhirnya seleswai juga. Puih...........!!!! jadi makin semangat kerja. Apalagi pas udah mulai nanam bawang dan menebar biji wortel, trus makan siang deh di ladang. Pake sambel extra pedas sama goreng belut lalapan daun singkong. Nyam.....nyam.....nyam....... enak banget, kalau lancar gw bisa panen bawang dua bulan lagi, trus wortel sebelum lebaran. Pas banget ya.
I am a farmer boy, and i proud of that


Sabtu, 04 Juli 2009

si mbak penjual gorengan

Gw punya langganan tukang gorengan di simpang rumah. Sebenarnya ga sering2 amat juga kesana trus kalopun beli cuma dikit. Gorengannya tuh enak banget, biasanya orang di rumah juga suka pesan gorengan ni. Jadi pas itulah aku beli banyak.
Pada suatu hari gw datang beli lagi pulang sekolah, belinya cuman satu. trus gw kasih duit seribuan. Biasanya gw langsung pergi aj dan makan sambil jalan. Tapi waktu itu gw berenti disitu soalnya cuman sendiri. Pas makan, si mbak tuh ngasih kembaliannya 500 perak. Gorengannya 900, biasanya ga gw minta dan pergi aj soalnya cuman seratus. Trus mbaknya bilang, "yang kemarin kembaliannya kalo dikumpulin udah segini".
busyet, tuh mbak inget aj. Padahal bisa dibilang jarang juga singgah disitu. Salut deh buat mbaknya, jujur banget, padahal cuman duit 100-an yang dikumpulin. Moga mbak itu lancar terus riskinya.

Jumat, 17 April 2009

ibroh: Ramuan keabadian

Seorang ilmuan sudah berminggu-minggu mendekam di laboratoriumnya. Selama itu ia hanya berkutat dengan misinya dan tidak keluar-keluar kecuali makan dan mandi. Percobaanya itu adalah sesuatu yangbertentangan dengan alam, yaitu ramuan keabadian. Ia menghabiskan sisa hidupnya untuk melanjutkan misinya ini. Baginya yang sangat angkuh dan sombong, pastilah ada suatu zat yang bisa menolak kematian. Dan itu yang sedang ia cari.
Saat itu adalah detik-detik menjelang keberhasilannya, keringat dingin berjejeran di wajahnya. Bila percobaan terakhir ini berhasil ia akan menggemparkan dunia dengan penemuan barunya ini. Dan.....................
 "Yeah i got it!!!!!!!!!!!!!!!!!" Ia berteriak karena yakin penemuannya telah sukses, saking gembiranya ia tak sadar kalau telah menyenggol cairan berbahaya dalam gelas-gelas kaca cairan itu tumpah ke tubuhnya dan gelasnya pecah. Gelas reaksi beraksi ramuan keabadian ditangannya terlepas dan berserakan dilantai. Ia sendiri terpeleset dan salah satu pecahannya menusuk tubuh ringkihnya.
 Pada detik-detik menjelang kematiannya, dengan tertatih-tatih ia berujar: " I am loose, aku klah dari takdir, tidak...... penemuanku sudah berhasil" jeritnya sebelum tangan Israil menjemputnya.
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya kepada kami kalian akan dikembalikan" (qs 29: 57 )

Senin, 23 Februari 2009

ibroh: perjalanan..........

         Seorang ayah bepergian bersama anaknya dengan unta yang mereka miliki. Mereka menunggangi unta tersebut berdua. Suatu ketika berpapasan dengan orang-orang dijalan, mereka mendengar orang-orang itu berujar "Tega sekali anak beranak itu, mereka menunggangi unta itu berdua. Apa mereka tidak punya rasa kasihan pada unta yang kecil itu?".
         Mendengar hal itu, sang anak berinisiatif untuk berjalan kaki saja sementara ayahnya tetap menunggangi unta tersebut. Ketika mereka berpapasan dengan orang-orang, mereka mendengar orang-orang juga membicarakan mereka."Sungguh seorang ayah yang tidak punya rasa kasihan, ia enak-enakan diatas unta sementara putranya berjalan kaki."
        Mendengar hal itu, sang ayah merasa tak enak hati. Ia memutuskan untuk berganti posisi dengan putranya. Putranya yang menunggangi unta dan ia yang berjalan kaki. Ketika mereka berpapasan dengan orang-orang, orang-orang membicarakan mereka lagi ." Dasar anak durhaka, bisa-bisanya membiarkan ayahnya tertatih-tertatih berjalan kaki".
         Mendengar hal itu, anak beranak itu merasa sangat kesal dan memutuskan untuk sama-sama berjalan kaki. Tapi kemudian mereka mendengar ocehan baru dari orang yang mereka temui. " Dasar orang-orang tolol, apa gunanya mereka membawa unta kalau akhirnya berjalan kaki juga"
          ????????( Semoga dapat diambil hikmah dari kisah diatas)

Jumat, 20 Februari 2009

info: Rahasia Senyuman

               Seorang peneliti dari Jerman telah melakukan penyelidikan tentang senyum, apakah senyum spontanitas atau senyum sopan santun. Ia memperoleh data-data, bahwa senyuman yang benar-benar senyuman karena senang itu berlangsung 7 detik, kalau senyumnya hanya satu dua detik itu senyum pura-pura, dan wajahpun tidak tampak gembira. Disamping itu juga sinar mata mengungkapkan apakah ia senyum ikhlas atau hanya senyum pura-pura karena hormat. Pada senyum spontan, sinar mata nampak berbinar da kepala pun cepat tertarik kebelakang.

Selasa, 17 Februari 2009

kisahku: balada pencari toilet

        Hidup itu bener-bener sebuah perjuangan fren............
bahkan buat sekedar mencari kamar kecil untuk melepaskan dorongan alam, setidaknya demikianlah yang saya rasakan.
        Cerutanya waktu itu saya harus mengurus kartu mahasiswa saya di kampus pusat, untuk itu saya sengaja datang pagi-pagi dari rumah untuk mencegah antrian yang nanti kepanjangan. Saya berangkat pukul 03.30 dari rumah (dari kota tempat tinggal saya butuh waktu tiga jam). Tapi karna kepagian saya tidak sempat melakukan kebiasaan saya untuk BAB (maaf) pada paginya, jadi saya kebelet setelah sampai di lokasi. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari toilet bukannya ikut antri karna emang baru akan dibuka pada pukul 08.30, tapi sudah banyak yang mengantri.
         Tapi karna saking paginya toiletnya masih dikunci sodara-sodara, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke toilet mesjid dekat kampus, udah ga tahan rasanya. Ups, lagi-lagi toiletnya masih dikunci. Untuk menumpang pada penduduk sekitar ga mungkin, malu lah.   Saya terpaksa harus ngankot segala, karna tempat umum yang memungkinkan memiliki toilet agak jauh. Tiga kali saya harus berhenti dan tidak menemukan toilet, bahkan di swalayan terdekat yang sedang direnovasi. Tapi tetap saja 'gagal', kebayang kan penderitaan saya.
         Sampai akhirnya saya berhenti di sebuah mesjid yang alhamdulillah toiletnya sudah dibuka. Kalian akan setuju kalau saya bilang kalau waktu itu syukur saya lebih dahsyat ketimbang orang yang baru saja dapat undian dua miliar.
         Tapi ternyata kata  sang garim, pompanya lagi rusak. Walhasil saya harus menimba air secara manual dulu di sumur, untung saya masih kuat nahan.
          Saya jadi agak telat dan agak lama juga ngantrinya, karna kehabisan waktu nyari toilet. Beberapa saat kemudian, teman-teman saya pun mulai berdatangan, ketika saya ceritakan hal itu mereka semua menertawai saya.
          Sudahlah.......yang jelas waktu itu saya dapat pelajaran yang cukup berharga : "Segala sesuatynya butuh perjuangan", dan itu sudah saya buktukan.

info: kekuatan sugesti

            Teman-teman, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli untuk membuktikan keampuhan sebuah obat. Penelitian ini dilakukan terhadap sekelempok orang yang menderita suatu penyakit. Kelompok ini kemudian dibagi dua, yang satu diberi obat yang katanya bisa menyembuhkan penyakit mereka. Sedangkan kelompok kedua diberi vitamin biasa yang tidak akan berefek apa-apa, tapi diberitahukan kepada mereka bahwa itu adalah obat yang bisa menyembuhkan penyakit mereka. Ternyata setelah beberapa waktu, persentase sampel yang sehat dari  kelompok 1 dan kelompok 2 sama. Melalui penelitian ini para ahli yakin bahwa yang menyembuhkan sampel tersebut bukan obat yang dikonsumsinya tapi lebih pada sugesti dari otak mereka sendiri.
            Dewasa ini beberapa penelitianpun menunjukkan bahwa otak kita memiliki kekuatan untuk memerintahkan 'hal-hal tertentu' pada anggota tubuh lainnya. Sering disebut kan mengenai "the power of will", maksudnya adalah keistimewaan yang dimiliki otak kita tadi(sugesti). Hal inilah yang memungkinkan seseorang bisa berjalan diatas bara api atau beling tanpa rasa sakit ( pada saat itu) sekalipun. Ketika mau berobat yang pertama kali dilakukan pun adalah keyakinan kita. Sebab, kalau dari awal kita sudah yakin bahwa pengobatan itu tak akan berhasil. Sudah pasti tidak akan berhasil.
            Ada sebuah hadist yang menyatakan :
"kalau kamu yakin batu itu akan memberi manfaat maka ia akan memberi manfaat"

 

Kamis, 12 Februari 2009

feature: pemuda dan perubahan

Pemuda dan Perubahan

 

  1. Tentang pemuda, mahasiswa, dan ikhwan

a)      Pemuda

Pemuda adalah kelompok umur yang dianggap berada pada rentang yang paling potensial (14-40 tahun). Pada interval usia ini, segala organ anatomi dan fisiologis tubuh berada pada titik optimal. Begitu juga halnya dengan daya intelektual dan pola piker. Berbeda dengan masa kanak-kanak geronzo, pola piker vpemuda jauh lebih rasional dan berkembang.

 Berdasarkan usia, pemuda dibagi dua kelompok yaitu:

·        Usia 14-21 tahun (remaja)

Masa ini sering disebut masa peralihan (pubertas). pada masa ini hormone-hormon yang berhubungan denganorgan reproduksi berpengaruh besar pada tingkah laku dan pola piker sipemuda.

Masih ingat lagunya Roma Irama yang berjudul “darah muda” itu, penggemar dangdut pasti lagi senyum-senyum sendiri nih .

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli
Darah muda

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Darah muda

Masa muda yang dimaksud dalam lagu ini adalah pemuda pada kelompok umur ini. Ya, memang benar pada masa ini ‘ pemuda’ cenderung emosional dan meledak-ledak. Hal ini disebabkan karena pemuda pada masa ini juga harus melakukan tugasnya yang lain, yaitu mencari identitas. Kegagalan pada tugas ini yang kemudian menciptakan pemuda-pemuda yang non-potensial.

Tapi, walaupun demikian pada masa ini pola piker sudah kriris dan konvensional.

·        Usia 22-40 tahun (dewasa awal)

    Rentang usia ini merupakan periode emas dalamn kurva perkembangan hidup manusia. Karena pada usia inilah, kematangan dari proses revolusi pikiran dan perkembangan tubuh terjadi. Sehingga penduduk pada usia ini dalam suatu Negara dianggap paling potensial.

b)      Mahasiswa

Mahasiswa  merupakan kelompok pemuda yang menuntut ilmu di Perguruan Tinggi. Mahasiswa ‘diharapkan’ memiliki daya intelektual yang lebih tinggi dari pemuda kebanyakan.

c)      Ikhwan/akhwat

Ikhwan/akhwat merupakan sebutan untuk para aktitivis islam. Kelompok pemuda ini terdiri dari remaja masjid maupun organisasi/komunitas islam.

  1. Pemuda dan perubahan

Seperti dibahas sebelumnya, pemuda merupakan kelompok umur paling potensial. Pemuda mampu menggerakan suatu gerakan revolusioner. Sejarah membuktikan pemuda mampu melakukan tugasnya tersebut. Ingat reformasi? Pemuda mampu menggulingkan rezimorde baru. Ingat juga peristiwa rengasdengklok? Pemuda mampu mensugesti kaum tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sejarah juga membuktikan bahwa manusia mencapai puncak kesuksesannya pada masa muda.

Sebenarnya, dalam islam pemuda diharapkan menjadi pemimpin. Hal ini merujuk pada kondisi optimal manusia yang dibahas pada point 1. Bukankah nabi dan rasul juga diangkat pada usia yang sangat muda? Hal ini dikarenakan pemuda dipercaya mampu memimpin dan mempelopori perubahan dengan potensi yang dimilikinya.

  1. Mereka-mereka yang mencatat sejarah

 

a)      Soe Hok Gie

Soe Hok Gie (17 Desember 194216 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 19621969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya          dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

 

Catatan Seorang Demonstran

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri Riza, Gie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie.( wikipedia.or.id)

 

b)      Purdi E. Chandra

Purdi E Chandra lahir di Lampung 9 September 1959. Secara “tak resmi” Purdi sudah mulai berbisnis sejak ia masih duduk di bangku SMP di Lampung, yakni ketika dirinya beternak ayam dan bebek, dan kemudian menjual telurnya di pasar.

Bisnis “resminya” sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni ketika ia bersama teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama (kemudian menjadi bimbingan belajar). Waktu mendirikan bisnisnya tersebut Purdi masih tercatat sebagai mahasiswa di 4 fakultas dari 2 Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta. Namun karena merasa “tidak mendapat apa-apa” ia nekad meninggalkan dunia pendidikan untuk menggeluti dunia bisnis.
Dengan “jatuh bangun” Purdi menjalankan Primagama. Dari semula hanya 1 outlet dengan hanya 2 murid, Primagama sedikit demi sedikit berkembang. Kini murid Primagama sudah menjadi lebih dari 100 ribu orang per-tahun, dengan ratusan outlet di ratusan kota di Indonesia. Karena perkembangan itu Primagama ahirnya dikukuhkan sebagai Bimbingan Belajar Terbesar di Indonesia oleh MURI (Museum Rekor Indonesia).
Mengenai bisnisnya, Purdi mengaku banyak belajar dari ibunya. Sementara untuk masalah kepemimpinan dan organisasi, sang ayahlah yang lebih banyak memberi bimbingan dan arahan. Bekal dari kedua orang tua Purdi tersebut semakin lengkap dengan dukungan penuh sang Istri Triningsih Kusuma Astuti dan kedua putranya Fesha maupun Zidan. Pada awal-awal berdirinya Primagama, Purdi selalu ditemani sang istri untuk berkeliling kota di seluruh Indonesia membuka cabang-cabang Primagama. Dan atas bantuan istrinya pula usaha tersebut makin berkembang.
Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti: Pendidikan Formal, Pendidikan Non-Formal, Telekomunikasi, Biro Perjalanan, Rumah Makan, Supermarket, Asuransi, Meubelair, Lapangan Golf dan lain sebagainya.
Walaupun kesibukannya sebagai entrepreneur sangat tinggi, namun jiwa organisatoris Purdi tetap disalurkan di berbagai organisasi. Tercatat Purdi pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogyakarta dan pengurus Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) DIY. Selain itu Purdi pernah juga tercatat sebagai anggota MPR RI Utusan Daerah DIY. (sumber : www.purdiechandra.com)

Wawancara dengan Majalah BERWIRAUSAHA 22-09-200
Untuk jadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E Chandra, Dirut Yayasan Primagama.
Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses.
“Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ itu. Purdi yang lahir di Lampung 9 September 1959 memang jadi model wirausaha jalanan, plus modal nekad. la tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp.300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. la sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 200 outlet di lebih dari 106 kota. la dirikan IMKI, Restoran Sari Reja, Promarket, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta.

Grup Primagama pun merambah bidang radio,penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semua diawalkan dari keberanian mengambil risiko. Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi kepada Edy Zaqeus dan David S. Simatupang dari Majalah BERWIRAUSAHA.
Berikut petikan wawancara yang berlangsung di kantor cabang Primagama Jakarta.
Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita?

Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana.
Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart.
Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan.
Apa itu?

Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan, ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%.

Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya? Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:rec), malah ndak ada hasilnya, walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu…
Apa artinya street smart?

Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja?

Kok kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain.
Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya?

Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual.

Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school” ?
Kalau saya if you want to be rich and happy, ya…. Kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari mentrinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha.

Penelitian di Harvard begitu. Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan? Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar.
Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja.
Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu?

Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan.

Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadi nya.Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan?

Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang.
Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak?
Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan?

Sebagai entrepreneur, saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi.
Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel.
Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual bell handphone.
Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ? ndak mungkin kan
Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha.
Sejak kapan Entrepreneur University

Rabu, 04 Februari 2009

info: alasan ilmiah sorga di telapak kaki ibu

Ketika seorang sahabat bertanya kepada rasulullah "siapa orang yang harus paling dihormati didunia ini?".
maka rasul menjawab "ibumu",
"setelah itu ya rasul?"
"ibumu"
Setelah tiga kali baru rasul menjawab "ayahmu", jadi jelas ibu yang pertama kali harus dihormati.Sebenarnya hal ini dapat kita temukan alasan ilmiahnya, selain karena ibu telah mengandung kita selama sembilan dan mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan. Selain itu karena sumber pernafasan sel tubuh kita sekarang (mitokondria) berasal dari ibu(perempuan). Padahal mitokondria penting dalam proses respirasi sel. Ini sama saja berarti penyumbang kehidupan kita itu dari ibu (perempuan).
       Ketika terjadi fertilisasi (pembuahan), ekor sperma terlepas sementara kepalanya bergabung dengan ovum. Padahal mitokondria terdapat pada ekor sperma, sehingga dalam zigot hanya ada satu mitokondria yaitu dari ovum. Mitokondria ini yang nanti akan berkembang dan membelah diri bersama sel sampai terbentuk janin.
                
Mitokondria adalah badan energi sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan "gardu tenaga". "Gardu tenaga" ini mengoksidasi makanan dan mengubah energi menjadi adenosin trifosfat atau ATP. ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi termasuk sistesis enzim. Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan permukaan tempat terjadinya reaksi. (Sumber: Time Life, 1984)

Wikipedia Indonesia, (ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia;  memberi pengertian mitokondria sebagai tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Oleh karena itu mito kondria sering disebut sebagai “The Power House”.

Mitokondria merupakan penghasil (ATP) karena berfungsi untuk respirasi. Bentuk mitokondria beraneka ragam, ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket dan ada pula yang tidak beraturan. Namun secara umum dpat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya mudah berubah. Ukuran seperti bakteri dengan diameter 0,5 – 1 µm. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.

(thank's to bu ai buat informasinya)

Minggu, 01 Februari 2009

malaikat itu kau panggil ibu...............n




konon, sebelum roh ditiupkan Allah kerahim ibu
ia sempat menolak, karena ia takut ke dunia yang penuh dengan kejahatan
kemudian Allah berkata bahwa akan ada malaikat yang selalu melindungi dan menjaga roh tersebut
Kemudian ruh tersebut bertanya:"siapa ya Allah?"
Allah menjawab:" malaikatb itu kau panggil ibu..........."

info: psikologi kesurupan

     Teman-teman belakangan ini sering terjadi fenomena kesurupan massal, dari salah satu perspektif kesurupan dikaitkan dengan keberadaan jin. Akan tetapi psikologi memiliki perspektif yang lain dengan pandangan umum ini.
      Dalam sudut pandang psikologi, kesurupan disebabkan oleh kondisi bawah sadar manusia yang menguasai alam sadarnya(id menguasai siperego).
Manusia memiliki kecenderungan untuk diperhatikan, suatu ketika keinginan yang kuat mencapai puncaknya dan terjadilah fenomena kesurupan itu. Tapi perlu diingat bahwa kesurupan itu tidak dibuat-dibuat, penderita benar-benar tidak menyadari apa yang dilakukannya. Kondisi ini diperkuat dengan suggesti-sugesti tertentu. Misalnya kepercayaan bahwa pada saat haid kesurupan lebih gampang terjadi. Atau kepercayaan bahwa suatu tempat angker dan banyak jinnya. Dan yang paling berperan adalah masalah psikologis yang sedang dialami penderita. Sehingga timbul halusinasi-halusinasi yang mengacu ke arah schizopernia
   Teman-teman yang melihat orang kesurupan ini akan makin memperkuat suggesti pada dirinya, bahwa tempat tersebut benar-benar angker, ia khawatir melihat kondisi temannya itu sehingga kondisi psikologisnya jadi rapuh dan  alam bawah sadarpun menguasai alam sadarnya. Akibatnya ia ikut kesurupan, inilah kenapa kesurupan itu seperti menular.
      Kekuatan alam bawah sadar itu sangat luar biasa, itulah kenapa orang yang kesurupan sangat kuat dan harus dipegangi oleh beberapa orang. Hal ini bisa dibuktikan pada saat kita dalam kondisi terdesak, misalnya ketika dikejar anjing walaupun sedang lapar . Kita tetap mampu berlari beberapa kilometer karena alam bawah sadar kita memerintahkan untuk menyelamatkan diri.
        Ketika  dibacakan ayat-ayat suci al-quran(ruqyah) , itu berarti  kita menanamkan suggesti positif pada penderita. Asma Allah bisa mengembalikan kesadaran kembali si penderita, sehimgga alam sadarnya kembali menguasai diri nya.
         Ini merupakan kajian kesurupan dsari perspektif psikologi yang notabene berkembang di barat. Kebenarannya, wallahualam................
(dari:berbagai sumber)

Sabtu, 31 Januari 2009

info: begadang

Teman-teman pada masih ingat lagunya rhoma irama yg begadang itu ga?
Coba deh dengerin liriknya pas yg ini
........
jika terlalu banyak begadang
muka pucat karena darah berkurang
........................
ternyata ga asal-asalan loh, ada penjelasan rasionalnya kenapa bisa demikian.
Jadi darah kita tuh tiap hari dirombak di hati, yang rusak dibuang, sedangkan hati terus memproduksi eritrosit-eritrosit baru. Nah, hati kita tuh akan bekerja merombak sel darah tadi pada rentang waktu pukul 22.00-02.00. Hati bakalan kerja optimal kalo tidak beraktivitas(tidur). sementara kalau terus melakukan aktivitas, proses pembentukan sel darah merah baru ga akan optimum. Akibatnya, kita jadi kekurangan darah (anemia) yang ciri-cirinys muka jadi pucat.
Yup, jadi lagunya bang haji benar kan?
Mungkin ini juga kenapa waktru yang paling afdol buat qiyamkul lail itu dimulai pada sepertiga malam terakhir.
sekarang ayo kita bernyanyi.........

Begadang

Artis (Band): H. Rhoma Irama


Begadang, jangan begadang
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang

Bila sering kena angin malam
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Jangan begadang setiap malam



Jumat, 30 Januari 2009

ketika mas gagah pergi

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:helvi tiana rosa
Ketika Mas Gagah Pergi

Cerpen ini merupakan tonggak kelahiran sastra islami. Pertama kalim dimuat di najalh annida, cerpen yang ditulis pendiri flp ini menjadi legenda dalam perkembangan saatra islami. Pada masa itu, sastra yang bergerak di jalur literatery memang terbilang jarang.
Kepiawaian mbak Helvy dalam menulis cerita ini menjadi point lebih yang menyebabkan sastra ini begitu fenomenal. Setelah membaca cerpen ini maka akan menimbulkan hikmah bagi pembacanya. Penuh ajaran hidup, tapi tidak menggurui, itulah kelebihan disetiap karya-karya mbak helvy..........
bagi teman-teman yang belum membaca cerpen nostalgia ini, kasian banget! :)